Mataram (Antara Mataram) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Muh Amin meminta jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia setempat segera dituntaskan sehingga tidak memengaruhi iklim investasi.

"Saya minta polemik itu dituntaskan, karena pertikaiannya di kalangan pengurus, maka penyelesaiannya juga di tingkat organisasi," kata Amin, kepada wartawan di Mataram, Jumat, ketika menanggapi polemik di pengurus Asita NTB.

Amin khawatir, jika polemik tersebut semakin meluas maka akan dapat memengaruhi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepariwisataan, terutama promosi dan penataan destinasi yang tengah gencar dilakukan para pihak di NTB.

Polemik di jajaran pengurus DPD Asita NTB sudah mencuat sejak akhir 2013, dimana sejumlah pengurus inti tidak lagi sepaham dengan Ketua DPD Asita NTB Agus Mulyadi, yang memimpin organisasi tempat berhimpun pengusaha biro perjalanan wisata itu sejak Oktober 2012.

Agus dianggap sering bertindak arogan, dan mengambil kebijakan sepihak, sehingga sejumlah pengurus inti merasa tidak diperlukan kehadirannya.

Akhir 2013, anggota Dewan Penasehat DPD Asita NTB sempat memanggil Agus untuk mengklarifikasi polemik tersebut, bahkan meminta Agus mundur dari jabatan ketua, namun tidak digubrisnya.

Pada Pada Selasa (11/2), lima orang pengurus inti DPD Asita NTB itu menyatakan mengundurkan diri dari organisasi karena kecewa dengan pola kepemimpinan ketua.

"Kami mengundurkan diri karena merasa tidak mendapat manfaat dari organisasi Asita NTB yang saat ini dipimpin oleh Agus Mulyadi," kata M Basri, yang didampingi pengurus lainnya yang juga menyatakan mengundurkan diri.

Selain Basri selaku Koordinator Bidang Pemasaran dan Hubungan Luar Negeri DPD Asita NTB (pengelola usaha pariwisata Lombok Travel), empat orang pengurus inti lainnya yakni J N Wirajagat (pengelola De Tour Lombok) selaku salah seorang wakil ketua, dan Mujihat Thohir (pengelola Lombok Tour) selaku salah seorang wakil sekretaris.

Dua pengurus DPD Asita NTB lainnya yang juga mengundurkan diri yakni Badrun (pengelola Top Tours Lombok) selaku Ketua Bidang Tata Niaga, dan Ali Syahbana (pengelola Lombok Island Tour) selaku anggota Bidang Pemasaran dan Hubungan Luar Negeri DPD Asita NTB.

Keputusan mengundurkan diri lima pengurus inti DPD Asita NTB itu ditanggapi dingin oleh Agus dan sekretarisnya Dewantoro, hingga mayoritas anggota Dewan Penasehat Asita NTB mengambil sikap tegas.

Pada Kamis (13/2), lima dari enam orang anggota Dewan Penasehat Asita NTB mengajukan usulan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Asita NTB guna menyelamatkan organisasi dari perpecahan pengurus.

"Sudah dua per tiga anggota Asita NTB menyetujui Musdalub, dan sehingga keinginan Musdalub itu diajukan ke DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Asita," kata anggota Dewan Penasehat DPD Asita NTB H Muhammad Tahrir, yang didampingi anggota Dewan Penasehat lainnya.

Ia mengatakan, Dewan Penasehat DPD Asita NTB sebanyak enam orang, dan lima orang sudah menandatangani surat pernyataan mendukung Musdalub, untuk diserahkan kepada Ketua DPP Asita H Asnawi Bahar, yang tengah berkunjung ke NTB.

Ketua DPP Asita itu berada di NTB guna menghadiri pasar wisata "table top" tingkat nasional, yang digelar di Mataram, 14-16 Februari 2014.

Kegiatan `table top` itu akan dipadukan dengan program Asita Famtrip ke berbagai objek wisata andalan di Pulau Lombok.

"Ini suratnya, yang akan kami sampaikan kepada Ketua DPP Asita, dan isinya meminta digelar Musdalub demi menyelamatkan organisasi dari ancaman perpecahan pengurus," ujar Tahrir sembari menunjukkan surat resmi yang telah ditandatangani lima dari enam orang anggota Dewan Penasehat DPD Asita NTB.

Tahrir menambahkan, pengajuan Musdalub itu ditempuh karena semakin banyak pengurus DPD Asita NTB beserta anggota yang mengundurkan diri, karena berseberangan ide dan paham dengan Ketua DPD Asita NTB Agus Mulyadi. (*)