Lombok Timur (ANTARA) - Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Haerul Warisin meminta para kepala sekolah untuk ikut mengawal dan mengamankan jalannya program pemerintah pusat yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak didik.
"Program ini harus di terima dengan baik, sehingga para kepala sekolah harus tetap ikut mengamankan dan mengawal program Presiden Prabowo Subianto," kata Haerul Warisin dalam sambutannya usai pelantikan 143 kepala sekolah di pendopo bupati di Lombok Timur, Senin.
Ia mengatakan, program MBG tersebut merupakan sebuah keuntungan besar bagi daerah, khususnya dalam membantu pemenuhan gizi para siswa, program ini tidak dikaitkan dengan sentimen pribadi terhadap kepemimpinan nasional.
"Untung ada program ini. Bukan gara-gara tidak suka dengan Presiden, jangan tidak suka juga programnya. Dukung program ini, untuk anak didik. Karena kami sendiri tidak mampu melakukan itu (menyediakan makanan bergizi secara massal) sendirian," katanya.
Baca juga: Pelaku perusakan dapur MBG di Lombok Timur dibekuk polisi
Bupati juga menyoroti bahwa menjadi kepala sekolah bukan sekadar jabatan administratif, melainkan tugas sebagai manajer yang harus menguasai pengelolaan keuangan dan SDM dengan hati.
"Menjadi manajer itu tidak mudah. Tapi jika ada rasa keikhlasan bahwa ini adalah amanah untuk pendidikan, insyaallah akan menjadi berkah. Jangan sombong, kelola sekolah dan murid dengan baik agar melahirkan generasi yang prospektif," katanya.
Baca juga: Viral! Warga Suralaga Lombok Timur rusak dapur MBG Ponpes Unwanul Palah
Ia juga memberikan perumpamaan unik mengenai inflasi, seperti fluktuasi harga cabai, sebagai pengingat agar para kepala sekolah memiliki kepekaan terhadap kondisi ekonomi dan lingkungan sekitar.
"Para kepala sekolah dan para guru ikut menekan inflasi dengan cara menanam cabai di pekarangan rumah masing masing, termasuk memanfaatkan lahan sekolah untuk menanam cabai," katanya.
Tidak itu saja, bupati mengingatkan para kepala sekolah untuk mengamankan aset bangunan sekolah yang merupakan aset negara, seperti rumah guru.
"Rumah guru hendaknya di rawat dengan baik," katanya.
Baca juga: Distribusi MBG dikeluhkan, Pemkab Lombok Timur tekankan respons cepat SPPG
Baca juga: Diduga menu MBG basi, Pemkab Lombok Timur turunkan tim klarifikasi
Baca juga: Kasus keracunan jadi sorotan, Satgas MBG Lombok Timur evaluasi program
Baca juga: PMII Lombok Timur gelar aksi soroti dugaan keracunan MBG di Pringgabaya
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026