Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai Indonesia perlu memanfaatkan seluruh instrumen yang dimiliki untuk mendorong terciptanya perdamaian di tengah eskalasi konflik global.
Hal itu disampaikannya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, menanggapi posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dalam mengawal perdamaian di Palestina.
"Kita cari, caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu," katanya.
Gus Yahya mengatakan berbagai mekanisme yang tersedia harus digunakan secara maksimal untuk mendukung upaya perdamaian.
Baca juga: Presiden Prabowo membahas nasib BoP setelah serangan sepihak AS-Israel ke Iran
Ia mengibaratkan upaya tersebut seperti seseorang yang harus menggali lubang tetapi tidak memiliki sekop. Menurutnya, jika yang tersedia hanya sendok, maka sendok itulah yang harus digunakan.
"Kalau kita butuh menggali lubang dan tidak ada skop, punyanya sendok, kita gali pakai sendok gitu. Kira-kira gitulah," katanya mengumpamakan.
Gus Yahya menegaskan bahwa pendekatan tersebut menggambarkan pentingnya memanfaatkan instrumen apa pun yang ada, untuk tujuan yang lebih besar, yakni menghentikan konflik dan mewujudkan perdamaian.
Menurutnya, sesuatu yang tampak kecil atau lemah sekalipun tidak boleh diabaikan jika masih dapat digunakan untuk membantu proses perdamaian.
"Kita gunakan apa pun karena kepentingan untuk perdamaian itu absolut," katanya.
Ia menekankan bahwa semua pihak perlu memaksimalkan setiap peluang dan instrumen yang tersedia demi menghentikan perang.
Baca juga: Pakar menilai serangan AS ke Iran jadi ujian kredibilitas BoP
Baca juga: Mantan Menlu Marty mewajarkan adanya persepsi BoP menjadi tandingan PBB
Baca juga: Menlu: Indonesia anggota tetap BoP tanpa bayar 1 miliar dolar
Pewarta : Andi Firdaus, Maria Cicilia Galuh
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026