Mataram (Antara Mataram) - Hj Rabiatul Adawiyah, mantan istri TGH M Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), mampu meraih suara yang terbanyap di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang digunakan untuk menyalurkan hak pilihnya.

"Untuk calon anggota DPD, Ibu Dewi (sebutan untuk Rabiatul Adawiyah) paling banyak suaranya," kata Noor Rahman, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 1 Lingkungan Pusaka, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, usai penghitungan suara pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD, Rabu.

Ia menyebut Adawiyah meraih 29 suara dari total 122 surat suara yang digunakan pemilih, yang diikuti calon anggota DPD dapil NTB lainnya seperti Abdul Samad yang meraih 11 suara, Dyah Ratu Ganefi sembilan suara, dan Sutingah (isti dari Nanang Samudra) delapan suara, dan Prof Farouk Muhammad tujuh suara.

TPS 1 Lingkungan Pusaka itu merupakan TPS yang juga digunakan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi beserta istrinya Hj Erica Majdi, untuk menyalurkan hak pilihnya pada pemilu 2014.

Adawiyah masih menggunakan tempat domisili di Pendopo Gubernur NTB, sehingga menggunakan hak pilihnya di TPS yang juga dipergunakan Zainul Majdi beserta istrinya itu.

Namun keduanya tidak sempat berpapasan, karena Adawiyah mendatangi TPS sekitar satu jam setelah gubernur beserta istri dan sejumlah pejabat Pemprov NTB meninggalkan lokasi TPS

Hasil pantauan di sejumlah TPS di Kota Mataram, Adawiyah merupakan satu dari total 41 calon anggota DPD dapil NTB yang meriah suara banyak.

Beberapa TPS yang dipantau, Adawiyah meraih puluhan suara setiap TPS, dan mengungguli kandidat lainnya.

Saat ditemui usai menggunakan hak pilihnya, Adawiyah optimistis akan terpilih menjadi anggota DPD di daerah pemilihan NTB.

"Jika mengacu kepada dukungan pernyataan para pemilih, saya optimistis bisa terpilih. Tapi saya juga masih menunggu hasilnya," ujarnya.

Ketika ditanya wartawan, apa yang akan dilakukan jika terpilih menjadi anggota DPD, Adawiyah mengatakan, akan lebih konsen pada upaya peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat di NTB selaku daerah pemilihannya.

"DPD kan perwakilan daerah, jadi tentu kalau saya terpilih akan memperjuangkan kepentingan daerah, terutama masalah pendidikan, kesehatan dan lainnya," ujarnya.

Pemungutan suara pemilu legislatif itu berlangsung sejak pukul 07.00 Wita hingga 13.00 Wita.

Setelah rehat makan siang, atau pukul 13.30 Wita, dilakukan penghitungan suara di masing-masing TPS.

Jumlah pemilih di wilayah NTB tercatat sebanyak 3,46 juta jiwa, yang menggunakan hak pilihnya pada pada 12.020 TPS yang tersebar di 1.137 desa dan kelurahan di 10 kabupaten dan kota. (*)