Mataram,  (Antara) - Sebagian warga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, merayakan tradisi "rebo bontong" atau Rabu terakhir di bulan Syafar pada kalender Islam dengan melakukan ritual mandi di Kali Jangkuk.

Pantauan Antara, di Mataram, Rabu, menyebutkan masyarakat yang merayakan tradisi "rebo bontong" yang biasanya dilakukan masyarakat Kota Mataram ketika mendekati perayaan maulid Nabi Muhammad SAW tampak mulai berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi itu terjadi karena perkebunan yang berada di pinggir Kali Janggkuk kini sudah menjadi jalan lingkungan, sehingga kurang cocok lagi untuk dijadikan lokasi makan bersama sebelum melakukan ritual "mandi safar" di Kali Jangkuk.

"Dulu sebelum adanya jalan lingkungan ini, sepanjang jalan di bagian selatan dan utara Kali Jangkuk dipenuhi pedagang dan warga yang datang untuk merayakan "rebo bontong", diawali dengan makan bersama," kata Zahrah salah seorang warga di pinggir Kali Jangkuk.

Ia mengatakan, biasanya setiap "rebo bontong" masyarakat berkumpul kemudian mandi bersama-sama di bantaran Kali Jangkuk yang biasanya sepi, tetapi sekarang saat "rebo bontong" sudah dipenuhi pedagang makanan tradisional dadakan

"Kendati suasana itu sekarang mulai sepi, masih ada sebagian warga yang tetap melaksanakan ritual `rebo bontong` dengan hanya mandi syafar untuk menyucikan diri menyambut datangnya bulan maulid," katanya.

Kegiatan "rebo bontong" ini merupakan ritual mandi Syafar mulai dari siang hingga sore hari. Ini merupakan tradisi yang dilakukan turun temurun oleh warga di Kota Mataram khususnya di Kelurahan Dasan Agung.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat dan tokoh agama di Dasan Agung H Irsyad, ritual mandi bersama pada perayaan "rebo bontong" diniatkan untuk menyucikan jiwa raga serta segala dosa dan menyambut perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Selain di Kota Mataram, tradisi "rebo bontong" juga dilaksanakankan pada beberapa desa di Pulau Lombok, di antaranya di Desa Kuranji, Kabupaten Lombok Barat dan Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Namun perayaan tradisi "rebo bontong" di Kelurahan Dasan Agung Kota Mataram biasanya selalu lebih semarak.

Pewarta : Nirkomala
Editor : Yanes
Copyright © ANTARA 2026