Penjualan bendera merah putih di Mataram lesu
Rabu, 16 Agustus 2023 16:35 WIB
Penjualan bendera merah putih menjelang HUT RI Ke-78 di Kota Mataram, lesu dibandingkan tahun lalu. (Hasan)
Mataram (ANTARA) - Penjualan bendera merah putih menjelang HUT RI Ke-78 di Kota Mataram, lesu dibandingkan tahun lalu.
Hamid (50), pedagang bendera dan dekorasi merah putih di Jalan Swara Mahardika, Sweta, Rabu, membenarkan pendapatannya menurun seiring sepinya penjualan bendera merah putih.
"Tumben tahun ini kurang pembeli," kata warga asal Cakranegara, Mataram yang sudah berjualan bendera merah putih selama 10 tahun tersebut.
Hal serupa juga dialami oleh para pedagang bendera merah putih, Abdullah (40) yang biasa berjualan di Jalan Pejanggik, Pajang kota Mataram.
"Saya sudah berjualan selama 5 tahun walaupun musiman, tapi dagangan saya hari ini belum habis" kata dia yang mengaku berasal dari Ampenan Mataram.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab turunnya penjualan bendera dan dekorasi merah putih tersebut.
"Padahal harganya sudah ditekan, tapi masih belum habis padahal besok sudah tanggal 17," keluhnya.
Eka Susanti (23) asal Karang Gemong yang berjualan bendera merah putih di Jalan Pejanggik mengeluhkan kondisi serupa yang sepi pembeli.
"Untuk menambah penghasilan, kami juga menjualnya dari online," katanya.
Sementara itu, harga bendera merah putih di Mataram berkisar antara Rp5.000 per helai sampai Rp300 ribu per helai sesuai ukuran dan jenis kain yang digunakan.
Hamid (50), pedagang bendera dan dekorasi merah putih di Jalan Swara Mahardika, Sweta, Rabu, membenarkan pendapatannya menurun seiring sepinya penjualan bendera merah putih.
"Tumben tahun ini kurang pembeli," kata warga asal Cakranegara, Mataram yang sudah berjualan bendera merah putih selama 10 tahun tersebut.
Hal serupa juga dialami oleh para pedagang bendera merah putih, Abdullah (40) yang biasa berjualan di Jalan Pejanggik, Pajang kota Mataram.
"Saya sudah berjualan selama 5 tahun walaupun musiman, tapi dagangan saya hari ini belum habis" kata dia yang mengaku berasal dari Ampenan Mataram.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab turunnya penjualan bendera dan dekorasi merah putih tersebut.
"Padahal harganya sudah ditekan, tapi masih belum habis padahal besok sudah tanggal 17," keluhnya.
Eka Susanti (23) asal Karang Gemong yang berjualan bendera merah putih di Jalan Pejanggik mengeluhkan kondisi serupa yang sepi pembeli.
"Untuk menambah penghasilan, kami juga menjualnya dari online," katanya.
Sementara itu, harga bendera merah putih di Mataram berkisar antara Rp5.000 per helai sampai Rp300 ribu per helai sesuai ukuran dan jenis kain yang digunakan.
Pewarta : Faisal*Hasan*Mina*Yusron*Zidni
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo pimpin ratas di Hambalang cek pelaksanaan program strategis
26 January 2026 6:14 WIB
Terpopuler - Suara Publik
Lihat Juga
Ketika hak atas air minum dan sanitasi aman bergantung pada kepastian hukum
28 January 2026 7:23 WIB
Tajuk ANTARA NTB - Tempah Dedoro dan ujian keseriusan Kota Mataram kelola sampah
26 January 2026 7:18 WIB