Program PLS berprospek sukseskan Indonesia Emas 2045
Jumat, 9 Februari 2024 9:13 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat mengisi kuliah umum yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. (ANTARA/HO-Kemenko PMK)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut program studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) memiliki prospek yang sangat besar dalam menyukseskan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Program studi PLS merupakan bidang kajian multidisiplin yang bukan hanya mempelajari pendidikan, tetapi juga berbagai urusan seperti kesehatan, kesejahteraan, kebudayaan, dan beragam ranah keilmuan lainnya.
"Keberanian untuk melakukan penjelajahan berbagai macam ilmu pengetahuan mutlak dimiliki oleh mahasiswa PLS. Kalau hanya terkungkung pada satu bidang pendidikan maka akan terjebak," ujar Muhadjir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat mengisi Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Baca juga: Tidak ada kata mustahil untuk raih emas di Olimpiade
Muhadjir mengatakan apabila mahasiswa PLS ingin sukses dan menjadi pemimpin di masa depan, ia berpesan supaya mereka untuk menunda kesenangan, serta menikmati setiap proses.
Dalam arti, untuk lebih merancang prospek ke depan, menggali potensi, mencari ilmu, dan menantang diri supaya bisa memiliki penguasaan keilmuan yang lebih baik.
"Bersakit-sakit dulu, ditunda kesenangan untuk kemudian investasi jangka panjang memanen di kemudian," katanya.
Dia juga berpesan supaya para mahasiswa PLS untuk menghadapi kesulitan, bukan menghindari kesulitan. Karena, menurutnya, bila terus menerus menghindari kesulitan dan tanggung jawab maka akan membentuk mental lemah yang akan menghambat perkembangan diri.
"Tiada hari tanpa gelisah, tiada hari tanpa frustasi. Itu tandanya ada tantangan-tantangan yang terus dia lakukan," kata dia.
Menko PMK menyampaikan peluang para mahasiswa PLS menjadi menjadi tokoh nasional dan pemimpin di semua bidang sangat besar.
Karena PLS, kata dia, memiliki spektrum yang sangat luas dan bisa berperan di semua lini dibanding di jurusan yang sudah mengerucut.
"Kalau kalian 2045 mau jadi apa. Harus ada perancangan hidup dari sekarang dan perencanaan ketat. Hadapi frustasi stres. Kalau saudara melakukannya sungguh-sungguh Insya Allah akan berhasil," ujarnya.*
Program studi PLS merupakan bidang kajian multidisiplin yang bukan hanya mempelajari pendidikan, tetapi juga berbagai urusan seperti kesehatan, kesejahteraan, kebudayaan, dan beragam ranah keilmuan lainnya.
"Keberanian untuk melakukan penjelajahan berbagai macam ilmu pengetahuan mutlak dimiliki oleh mahasiswa PLS. Kalau hanya terkungkung pada satu bidang pendidikan maka akan terjebak," ujar Muhadjir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat mengisi Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Baca juga: Tidak ada kata mustahil untuk raih emas di Olimpiade
Muhadjir mengatakan apabila mahasiswa PLS ingin sukses dan menjadi pemimpin di masa depan, ia berpesan supaya mereka untuk menunda kesenangan, serta menikmati setiap proses.
Dalam arti, untuk lebih merancang prospek ke depan, menggali potensi, mencari ilmu, dan menantang diri supaya bisa memiliki penguasaan keilmuan yang lebih baik.
"Bersakit-sakit dulu, ditunda kesenangan untuk kemudian investasi jangka panjang memanen di kemudian," katanya.
Dia juga berpesan supaya para mahasiswa PLS untuk menghadapi kesulitan, bukan menghindari kesulitan. Karena, menurutnya, bila terus menerus menghindari kesulitan dan tanggung jawab maka akan membentuk mental lemah yang akan menghambat perkembangan diri.
"Tiada hari tanpa gelisah, tiada hari tanpa frustasi. Itu tandanya ada tantangan-tantangan yang terus dia lakukan," kata dia.
Menko PMK menyampaikan peluang para mahasiswa PLS menjadi menjadi tokoh nasional dan pemimpin di semua bidang sangat besar.
Karena PLS, kata dia, memiliki spektrum yang sangat luas dan bisa berperan di semua lini dibanding di jurusan yang sudah mengerucut.
"Kalau kalian 2045 mau jadi apa. Harus ada perancangan hidup dari sekarang dan perencanaan ketat. Hadapi frustasi stres. Kalau saudara melakukannya sungguh-sungguh Insya Allah akan berhasil," ujarnya.*
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Muhadjir Effendy jadi komisaris utama BSI, Berikut daftar direksi dan komisaris baru BSI
17 May 2025 11:14 WIB, 2025
Jokowi menunjuk Muhadjir dan Airlangga menjadi Plt Mendes PDTT dan Menaker
01 October 2024 7:41 WIB, 2024
Presiden Jokowi tunjuk Muhadjir Effendy sebagai Plt Menteri Sosial
06 September 2024 12:02 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Unram dampingi guru MA Bustanul Wa'izin kuasai pembelajaran berbasis proyek
18 September 2026 21:23 WIB
Akademisi Unram Inisiasi Gerakan Anti-Bullying Berbasis Peer Support di SMAN 2 Jonggat
18 September 2026 21:03 WIB
Wagub Dinda hadiri HUT Yafama NW, kobarkan semangan perjuangan dan pendidikan
26 August 2026 11:25 WIB
Prof Ari Purbayanto kembali pimpin API, susunan pengurus 2026-2031 dideklarasikan
08 August 2026 23:59 WIB
Dispar NTB: tren kunjungan wisata Mandalika terus meningkat berkat penyelenggaraan event
30 July 2026 14:07 WIB