Kota Mataram (ANTARA) - Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (Faperta UMMAT), menjadi perguruan tinggi pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menggelar program “SNI Goes To Campus” bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Kegiatan bertema “Penerapan Standardisasi Nasional pada Bidang Pertanian Guna Mendukung Mutu Lulusan Perguruan Tinggi” itu berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3 UMMAT, Kamis (21/5), sebagai upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dan daya saing lulusan sektor pertanian.
Program tersebut diikuti pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa Fakultas Pertanian, serta peserta dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi usaha.
Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Nur Hidayati mengatakan penerapan standar menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Menurut dia, standardisasi tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga menyangkut keamanan pangan, efisiensi proses produksi, perlindungan konsumen, dan peningkatan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman tentang standardisasi kepada mahasiswa sejak dini agar lulusan memiliki kesadaran mutu dan siap menghadapi tantangan dunia kerja," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.
Ia menambahkan, budaya mutu perlu diperkenalkan kepada mahasiswa karena sektor pertanian saat ini menuntut produk yang memenuhi standar kualitas dan keamanan.
Sementara itu, Dekan Faperta UMMAT Syirril Ihromi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bersama BSN melalui program “SNI Goes To Campus”.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia industri dan dunia usaha yang kini semakin menekankan aspek kualitas dan standardisasi produk.
"Mahasiswa diharapkan memahami pentingnya penerapan standar nasional dalam mendukung peningkatan kualitas produk pertanian serta menjadi lulusan yang siap bersaing di dunia kerja maupun industri," katanya.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dari Fasilitator Penerapan SNI BSN, Bagus Muhammad Irvan dengan tema “From Farm to Table: Peran SNI dalam Menjamin Mutu Produk Hasil Pertanian”.
Ia menjelaskan, penerapan SNI perlu dilakukan pada seluruh rantai produksi pertanian, mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan, distribusi, hingga produk sampai kepada konsumen.
Menurut dia, penerapan standar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pertanian lokal, menjaga konsistensi kualitas produk, serta membuka peluang akses pasar yang lebih luas.
Baca juga: UMMAT teguhkan teologi Al-Ma'un melalui Kemah Dakwah ORTOM
"Konsumen saat ini semakin memperhatikan kualitas dan keamanan produk. Karena itu, penerapan standar menjadi kebutuhan penting bagi sektor pertanian," ujarnya.
Selain menghadirkan pemateri dari BSN, kegiatan tersebut juga menghadirkan praktisi usaha Fina Novianti selaku Owner CV Ading Walet Al-Buntaran.
Dalam pemaparannya, ia membagikan pengalaman usahanya menerapkan SNI 8998:2021 tentang Sarang Burung Walet Bersih (Edible Bird Nest).
Baca juga: UMMAT kirim empat atlet Tapak Suci ke Muhammadiyah Games 2026
Menurut dia, penerapan standar mutu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas produk, kepercayaan konsumen, dan perluasan akses pemasaran.
Kisah tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa bahwa penerapan SNI tidak hanya relevan bagi industri besar, tetapi juga penting diterapkan pada usaha kecil dan menengah guna meningkatkan daya saing produk.
Melalui kegiatan tersebut, Faperta UMMAT berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dapat terus diperkuat dalam membangun sektor pertanian yang maju, modern, kompetitif, dan berkelanjutan.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026