Universitas NU NTB resmi buka Prodi Hukum Bisnis
Senin, 28 Oktober 2024 20:58 WIB
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Baiq Mulianah didampingi jajaran UNU NTB saat memberikan keterangan pers di UNU NTB di Mataram, Senin (28/20/2024). ANTARA/Nur Imansyah
Mataram (ANTARA) - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi membuka Program Studi (Prodi) baru yakni Hukum Bisnis.
Rektor UNU NTB Dr Baiq Mulianah mengatakan kepastian prodi tersebut tertuang dalam SK Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 701/E/O/2024 tentang Izin Pembukaan Program Studi Hukum Bisnis Program Sarjana di UNU NTB.
"Alhamdulillah hampir setahun perjalan proses pendirian Prodi Hukum Bisnis ini. Kami merintis dengan berbagai macam lika-liku dengan sejumlah revisi. Hari ini layak UNU diberikan izin operasional membuka prodi baru. Besok diserahkan secara langsung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti)," ujarnya di Mataram, Senin.
Ia optimistis Prodi Hukum Bisnis dapat menarik banyak mahasiswa untuk berkuliah di UNU NTB.
"Prodi Hukum Bisnis itu melengkapi 10 prodi yang sebelumnya telah ada di UNU," kata Mulianah.
Ia mengaku pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di UNU, termasuk peningkatan akreditasi kampus dari baik ke baik sekali.
"Mudah-mudahan bisa tuntas di akhir tahun ini. Kita berupaya meningkatkan mutu bukan hanya di kancah nasional tetapi juga internasional," terangnya.
Selain itu, UNU juga tengah merintis pembukaan sejumlah prodi baru di antaranya Program Studi Profesi Apoteksi (PSPA). Oleh karena itu, ia berharap pada tahun akademik 2025-2026 prodi tersebut telah bisa direalisasikan.
"Ada juga program studi baru yang tidak ada di NTB adalah Kerjasama UNU dengan PTDI (PT Dirgantara Indonesia) untuk D3 Aeonautika. Prodi ini untuk menyuplai pemeliharaan pesawat khususnya di wilayah Indonesia Timur termasuk untuk mempersiapkan SDM Bandara Internasional Bali Utara," katanya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Prodi UNU NTB, Prof Mansyur Ma'shum berharap kehadiran prodi baru ini dapat menarik minat generasi muda untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut. Tak hanya itu, kehadiran prodi-prodi baru juga diharapkan melengkapi keberadaan prodi lainnya.
"Kami berharap ada kesinambungan dari prodi baru, peminat bertambah tentu daya tampung. Saat ini, jumlah mahasiswa UNU NTB sebanyak 4.387 orang," katanya.
Diketahui daftar fakultas dan prodi UNU NTB, Fakultas Kesehatan terdiri dari S1 Farmasi, S1 Ilmu Gizi, D3 Rekam Medik dan Informasi Kesehatan. Fakultas Pendidikan terdiri dari S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, S1 Pendidikan Senin Drama, Tari, dan Musik serta S1 Pendidikan Sosiologi.
Fakultas Teknik terdiri dari S1 Teknik Lingkungan dan S1 Sistem Informasi. Fakultas Ekonomi terdiri dari Ekonomi Islam. Masih naungan Rektorat, yakni S1 Hukum Bisnis.
Rektor UNU NTB Dr Baiq Mulianah mengatakan kepastian prodi tersebut tertuang dalam SK Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 701/E/O/2024 tentang Izin Pembukaan Program Studi Hukum Bisnis Program Sarjana di UNU NTB.
"Alhamdulillah hampir setahun perjalan proses pendirian Prodi Hukum Bisnis ini. Kami merintis dengan berbagai macam lika-liku dengan sejumlah revisi. Hari ini layak UNU diberikan izin operasional membuka prodi baru. Besok diserahkan secara langsung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti)," ujarnya di Mataram, Senin.
Ia optimistis Prodi Hukum Bisnis dapat menarik banyak mahasiswa untuk berkuliah di UNU NTB.
"Prodi Hukum Bisnis itu melengkapi 10 prodi yang sebelumnya telah ada di UNU," kata Mulianah.
Ia mengaku pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di UNU, termasuk peningkatan akreditasi kampus dari baik ke baik sekali.
"Mudah-mudahan bisa tuntas di akhir tahun ini. Kita berupaya meningkatkan mutu bukan hanya di kancah nasional tetapi juga internasional," terangnya.
Selain itu, UNU juga tengah merintis pembukaan sejumlah prodi baru di antaranya Program Studi Profesi Apoteksi (PSPA). Oleh karena itu, ia berharap pada tahun akademik 2025-2026 prodi tersebut telah bisa direalisasikan.
"Ada juga program studi baru yang tidak ada di NTB adalah Kerjasama UNU dengan PTDI (PT Dirgantara Indonesia) untuk D3 Aeonautika. Prodi ini untuk menyuplai pemeliharaan pesawat khususnya di wilayah Indonesia Timur termasuk untuk mempersiapkan SDM Bandara Internasional Bali Utara," katanya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Prodi UNU NTB, Prof Mansyur Ma'shum berharap kehadiran prodi baru ini dapat menarik minat generasi muda untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut. Tak hanya itu, kehadiran prodi-prodi baru juga diharapkan melengkapi keberadaan prodi lainnya.
"Kami berharap ada kesinambungan dari prodi baru, peminat bertambah tentu daya tampung. Saat ini, jumlah mahasiswa UNU NTB sebanyak 4.387 orang," katanya.
Diketahui daftar fakultas dan prodi UNU NTB, Fakultas Kesehatan terdiri dari S1 Farmasi, S1 Ilmu Gizi, D3 Rekam Medik dan Informasi Kesehatan. Fakultas Pendidikan terdiri dari S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, S1 Pendidikan Senin Drama, Tari, dan Musik serta S1 Pendidikan Sosiologi.
Fakultas Teknik terdiri dari S1 Teknik Lingkungan dan S1 Sistem Informasi. Fakultas Ekonomi terdiri dari Ekonomi Islam. Masih naungan Rektorat, yakni S1 Hukum Bisnis.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Manfaatkan AI, UMMAT perkuat daya saing dosen di jurnal Internasional bereputasi
29 January 2026 19:00 WIB
Mahasiswa internasional UMMAT ajak pelajar dan mahasiswa Bima bangun wawasan global
19 January 2026 7:36 WIB
Kolaborasi multikultural internasional, STKIP Tamsis Bima tampilkan budaya lokal di forum global
16 January 2026 10:17 WIB
Kampus UMMAT integrasikan teori dan praktik lewat Diamond Mining Camp 2026
12 January 2026 16:29 WIB
Terpopuler - Kota Mataram
Lihat Juga
Bapanas pastikan harga pangan di NTB stabil jelang Imlek, Ramadhan, dan Lebaran 2026
05 February 2026 5:10 WIB
Mataram sambut Ramadhan, Warga bisa beli pangan murah langsung dari distributor
04 February 2026 14:37 WIB