Mataram (ANTARA) - Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil masuk menjadi 10 besar dari 10 kota/kabupaten di Indonesia yang akan menjalani evaluasi lanjutan Program Kota Cerdas (Smart City) pada tahun 2026.

"Setelah melalui perjalanan panjang sejak tahun 2018, Kota Mataram kini terpilih menjadi salah satu dari 10 kota/kabupaten di Indonesia yang menjalani evaluasi lanjutan program smart city," kata Plt Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram HM Ramadhani di Mataram, Rabu.

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) itu, kata dia, merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan teknologi informasi dalam pelayanan publik.

Perjalanan Kota Mataram terbilang konsisten, lanjutnya, dimulai dari penjaringan 251 kabupaten/kota se-Indonesia pada 2018, turun menjadi 100 pada 2021, dan kini bertahan di jajaran 10 besar yang dianggap berkelanjutan.

"Hari ini Pak Wali (Wali Kota Mataram) dijadwalkan akan mempresentasikan progres capaian dari enam pilar utama smart city di hadapan tim evaluator dari Komdigi dan kalangan akademisi," katanya.

Baca juga: Program smartcity di Lombok Timur dihidupkan kembali

Enam pilar menuju kota pintar yang menjadi fokus utama tersebut meliputi smart governance (pemerintahan cerdas), smart living (kelayakan hidup), smart environment (lingkungan cerdas), smart economy (ekonomi cerdas), smart branding (pencitraan kota), dan smart society (masyarakat cerdas).

Menurut Dhani yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, keberhasilan kota itu dalam Program Kota Pintar tidak lepas dari inovasi yang terus dijalankan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Beberapa sektor yang menonjol dalam penerapan inovasi teknologi antara lain Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Dinas Kesehatan, serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

"Inovasi di pilar smart governance sangat krusial, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik agar masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari aplikasi yang dibangun," katanya.

Baca juga: Penerapan "smart city" di Lombok Utara dievaluasi

Selain itu,sinergi dengan destinasi pariwisata menjadi prioritas melalui Program Kota Pintar di Mataram juga diperkuat dengan adanya hubungan strategis dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Sebagai bagian dari wilayah NTB, pengembangan kota pintar di Mataram disinkronkan dengan program destinasi pariwisata super prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

"Kami berharap melalui evaluasi yang dilakukan hari ini, penerapan smart city bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan benar-benar mampu menyejahterakan masyarakat melalui sistem yang lebih efektif dan efisien," katanya.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026