Capres AS Harris dan Trump bersaing ketat selisih suara 1 hingga 3 persen
Selasa, 5 November 2024 17:59 WIB
Ilustrasi Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS). Tangan memegang dua batang cokelat dengan wajah kandidat presiden AS Donald Trump dan Kamala Harris. (ANTARA/Yuni Arisandy)
Washington (ANTARA) - Kandidat Presiden Amerika Serikat Kamala Harris dan Donald Trump bersaing ketat secara nasional, dengan sebagian besar jajak pendapat menunjukkan perbedaan tipis 1 hingga 3 persen.
Persentase tersebut masih dalam cakupan tingkat kesalahan (margin of error) pada sebagian besar survei. Sebanyak lima jajak pendapat mendapati Trump dan Harris seri secara virtual.
Persaingan tersebut bahkan semakin ketat jika melihat tujuh negara bagian potensial, di mana rata-rata jajak pendapat dari empat negara bagian – Nevada, Wisconsin, Michigan dan Pennsylvania – menunjukkan para kandidat terpisah dengan selisih 1 persen atau kurang.
Baca juga: Pelaku pasar hati-hati cermati Pilpres AS
Namun, Trump memiliki keunggulan relatif lebih besar di Arizona, Georgia, dan North Carolina, meskipun hanya dengan rata-rata kurang dari 3 persen.
Negara-negara bagian yang menjadi "medan pertempuran" sangat penting karena tidak seperti kebanyakan negara demokrasi modern, AS tidak memilih presidennya secara langsung.
Baca juga: AS lakukan kegiatan mata-mata tapi malah tuduh negara lain
Sebaliknya, prosesnya berlangsung melalui Electoral College, di mana 538 perwakilan memberikan suara mereka sesuai dengan hasil pemilu negara bagian mereka.
Setiap calon harus mendapatkan 270 suara mayoritas Electoral College untuk memenangkan pemilihan presiden AS.
Pemilih elektoral dialokasikan ke negara bagian berdasarkan jumlah penduduknya, dan sebagian besar negara bagian memberikan semua suara elektoral mereka kepada calon yang menang di negara bagian tersebut dalam pemilihan umum.
Namun, hal itu tidak diterapkan di Nebraska dan Maine karena kedua negara bagian ini mengalokasikan suara secara proporsional.
Sumber: Anadolu
Persentase tersebut masih dalam cakupan tingkat kesalahan (margin of error) pada sebagian besar survei. Sebanyak lima jajak pendapat mendapati Trump dan Harris seri secara virtual.
Persaingan tersebut bahkan semakin ketat jika melihat tujuh negara bagian potensial, di mana rata-rata jajak pendapat dari empat negara bagian – Nevada, Wisconsin, Michigan dan Pennsylvania – menunjukkan para kandidat terpisah dengan selisih 1 persen atau kurang.
Baca juga: Pelaku pasar hati-hati cermati Pilpres AS
Namun, Trump memiliki keunggulan relatif lebih besar di Arizona, Georgia, dan North Carolina, meskipun hanya dengan rata-rata kurang dari 3 persen.
Negara-negara bagian yang menjadi "medan pertempuran" sangat penting karena tidak seperti kebanyakan negara demokrasi modern, AS tidak memilih presidennya secara langsung.
Baca juga: AS lakukan kegiatan mata-mata tapi malah tuduh negara lain
Sebaliknya, prosesnya berlangsung melalui Electoral College, di mana 538 perwakilan memberikan suara mereka sesuai dengan hasil pemilu negara bagian mereka.
Setiap calon harus mendapatkan 270 suara mayoritas Electoral College untuk memenangkan pemilihan presiden AS.
Pemilih elektoral dialokasikan ke negara bagian berdasarkan jumlah penduduknya, dan sebagian besar negara bagian memberikan semua suara elektoral mereka kepada calon yang menang di negara bagian tersebut dalam pemilihan umum.
Namun, hal itu tidak diterapkan di Nebraska dan Maine karena kedua negara bagian ini mengalokasikan suara secara proporsional.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Donald Trump jadi Presiden ke-47 AS setelah kalahkan Harris di Pilpres 2024
07 November 2024 11:17 WIB, 2024
Pakar: AS bakal berpaling dari Asia Tenggara jika Trump jadi presiden lagi
06 November 2024 15:20 WIB, 2024
Pakar nilai potensi Trump menang besar karena ada kepenatan terhadap Biden
06 November 2024 15:18 WIB, 2024
Trump sementara unggul atas Harris versi hitungan cepat di Pilpres 2024
06 November 2024 14:46 WIB, 2024
Menanti hasil Pilpres AS 2024 dan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia
06 November 2024 14:26 WIB, 2024