Moskow (ANTARA) - Spanyol akan kehilangan hampir separuh impor gas alam cair (LNG) jika Amerika Serikat memutus hubungan dagang dengan negara tersebut, menurut perhitungan RIA Novosti pada Rabu, berdasarkan data dari badan statistik Uni Eropa, Eurostat.

Perhitungan tersebut merujuk pada pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (3/3) yang mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengakhiri seluruh perdagangan dengan Spanyol karena menolak AS menggunakan pangkalan militer Spanyol untuk menyerang Iran.

Trump juga menjadikan keengganan Spanyol untuk meningkatkan belanja pertahanan sebagai alasan untuk mengakhiri perdagangan.

Data Uni Eropa menunjukkan bahwa Spanyol meningkatkan impor LNG dari AS lebih dari dua kali lipat pada 2025 menjadi 3,7 miliar euro dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga porsi gas AS dalam total impor Spanyol naik menjadi 45 persen.

Baca juga: Korban serangan AS-Israel di Iran tembus 1.045 Jiwa

Spanyol juga bergantung pada AS untuk 17,3 persen impor minyaknya pada 2025, serta untuk 77,3 persen impor obat-obatan dan 45,5 persen pembelian jagung.

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu mengatakan bahwa pemerintah Spanyol mulai bekerja sama dengan AS dalam “beberapa jam terakhir” setelah sebelumnya menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalannya.

Namun, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albarez membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa posisi pemerintah tidak berubah.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Prabowo kirim surat jelang pemakaman Ali Khamenei di Mashhad
Baca juga: Konflik Iran-AS memanas, Dana asing lari ke emas dan dolar
Baca juga: Dari Teheran ke Jakarta: Pelajaran perang intelijen CIA, Mossad, VEVAK

 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026