Kapolri belum puas jumlah polwan
Kamis, 27 Desember 2018 14:03 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memasuki ruang Rupatama, Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/12/2018). (ANTARA/Dyah Dwi)
Mataram (Antaranews NTB) - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku belum puas dengan jumlah personel Polisi Wanita yang hanya sebanyak 36.595 orang dari total 443.379 atau hanya 8,3 persen.
"Saya pribadi belum puas dengan angka ini. Belum menggambarkan kesetaraan," ujar Tito Karnavian dalam konferensi pers akhir tahun 2018 di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis.
Menurut dia, Polwan memiliki banyak kelebihan, di antaranya adalah dekat dengan saksi, korban mau pun tersangka wanita serta dapat kebal budaya koruptif.
Selama 2018, penambahan personel Polwan sebanyak 636 orang yang berasal dari lulusan pendidikan pembentukan Polri pada 2018. Jumlah tersebut hanya enam persen dari total 10.791 personel lulusan 2018.
Ke depan, ia ingin terdapat kenaikan perekrutan Polwan sehingga prinsip kesetaraan tercapai.
Sementara untuk sistem perekrutan personel secara umum, Kapolri menerapkan kebijakan minimum zero growth, yakni hanya untuk menggantikan personel yang pensiun serta yang dibutuhkan mendesak.
Hal tersebut tampak pada 2018, hanya terdapat penambahan 186 personel, hasil dari lulusan sekolah bentukan Polri dan pengurangan personel yang pensiun, meninggal dunia dan pemberhentian.
Ada pun untuk Polda yang memiliki personel paling banyak adalah Polda Jatim sebanyak 39.498 orang, disusul Polda Jateng 34.310, Polda Jabar 31.463, Polda Metro Jaya 31.246 dan Polda Sumut 20.009.
"Saya pribadi belum puas dengan angka ini. Belum menggambarkan kesetaraan," ujar Tito Karnavian dalam konferensi pers akhir tahun 2018 di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis.
Menurut dia, Polwan memiliki banyak kelebihan, di antaranya adalah dekat dengan saksi, korban mau pun tersangka wanita serta dapat kebal budaya koruptif.
Selama 2018, penambahan personel Polwan sebanyak 636 orang yang berasal dari lulusan pendidikan pembentukan Polri pada 2018. Jumlah tersebut hanya enam persen dari total 10.791 personel lulusan 2018.
Ke depan, ia ingin terdapat kenaikan perekrutan Polwan sehingga prinsip kesetaraan tercapai.
Sementara untuk sistem perekrutan personel secara umum, Kapolri menerapkan kebijakan minimum zero growth, yakni hanya untuk menggantikan personel yang pensiun serta yang dibutuhkan mendesak.
Hal tersebut tampak pada 2018, hanya terdapat penambahan 186 personel, hasil dari lulusan sekolah bentukan Polri dan pengurangan personel yang pensiun, meninggal dunia dan pemberhentian.
Ada pun untuk Polda yang memiliki personel paling banyak adalah Polda Jatim sebanyak 39.498 orang, disusul Polda Jateng 34.310, Polda Jabar 31.463, Polda Metro Jaya 31.246 dan Polda Sumut 20.009.
Pewarta : -
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Papua Terkini - Kapolri jenguk anggota Polri korban demo Deiyai-Wamena
05 September 2019 13:48 WIB, 2019
Kapolri: Benny Wenda, ULMWP, KNPB berada di balik aksi demo anarkis
05 September 2019 13:45 WIB, 2019
Papua Terkini - Kapolri dalami keterlibatan pihak asing dalam ricuh di Papua
01 September 2019 16:47 WIB, 2019
Mendagri Tito lantik Sekretaris Jenderal dan Inspektur Jenderal Kemendagri
11 February 2025 16:47 WIB, 2025
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024