Warga tanami pohon pisang jalan ke Pasar Kediri
Sabtu, 19 Januari 2019 15:13 WIB
Sekitar 20 warga Dusun Karang Kuripan, Desa Kediri, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, melakukan aksi menanam pohon pisang di jalan masuk ke Pasar Kediri sebagai bentuk protes atas bau sampah yang ditimbulkan sehingga mengganggu aktifitas warga sehari-hari. (Foto: Farizan)
Mataram (Antaranews NTB) - Sekitar 20 warga Dusun Karang Kuripan, Desa Kediri, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, melakukan aksi menanam pohon pisang di jalan masuk ke Pasar Kediri sebagai bentuk protes atas bau sampah yang ditimbulkan sehingga mengganggu aktifitas warga sehari-hari.
Bahkan jalan raya antar desa juga terkena imbas karena banyaknya ceceran sampah di jalanan dan membahayakan pengguna kendaraan roda dua.
Ahmad Jamaah, warga yang turun ke jalan menanam pohon pisang itu, menyatakan bila hujan turun, jalanan di daerah itu becek akibat sampah yang berbau busuk, tidak terurus.
"Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan sama sekali dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat," katanya.
Sayuni Effendi, warga setempat menyebutkan Pasar Kediri merupakan pasar terburuk di Kabupaten Lombok Barat dan menuntut pengelola pasar untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Serta memperbaiki jalan masuk ke Pasar Kediri dan melarang adanya pedagang yang mendirikan tenda semi permanen.
Sebenarnya ketika menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Lombok Barat, lima orang perwakilan warga sudah menemui Bupati Lombok Barat saat ini, agar menertibkan para para pedagang yang membuat tenda semi permanen tersebut.
Warga beberapa kali secara swadaya memperbaiki jalan itu, namun rusak kembali, katanya.
Warga mengancam akan berdemo kembali jika permintaan mereka untuk penertiban Pasar Kediri oleh Pemkab Lombok Barat, tidak juga dilakukan.
Bahkan jalan raya antar desa juga terkena imbas karena banyaknya ceceran sampah di jalanan dan membahayakan pengguna kendaraan roda dua.
Ahmad Jamaah, warga yang turun ke jalan menanam pohon pisang itu, menyatakan bila hujan turun, jalanan di daerah itu becek akibat sampah yang berbau busuk, tidak terurus.
"Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan sama sekali dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat," katanya.
Sayuni Effendi, warga setempat menyebutkan Pasar Kediri merupakan pasar terburuk di Kabupaten Lombok Barat dan menuntut pengelola pasar untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Serta memperbaiki jalan masuk ke Pasar Kediri dan melarang adanya pedagang yang mendirikan tenda semi permanen.
Sebenarnya ketika menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Lombok Barat, lima orang perwakilan warga sudah menemui Bupati Lombok Barat saat ini, agar menertibkan para para pedagang yang membuat tenda semi permanen tersebut.
Warga beberapa kali secara swadaya memperbaiki jalan itu, namun rusak kembali, katanya.
Warga mengancam akan berdemo kembali jika permintaan mereka untuk penertiban Pasar Kediri oleh Pemkab Lombok Barat, tidak juga dilakukan.
Pewarta : Farizan
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelatih Marcos Reina agar pemain anyar Persik Kediri bisa cepat beradaptasi
23 January 2026 6:42 WIB
Terpopuler - Suara Desa
Lihat Juga
HUT ke-139, Desa Duman Lombok Barat gelar jalan santai hingga bagi-bagi doorprize
27 December 2023 10:26 WIB, 2023
Jaga kelestarian, Balai TNGR bersihkan sampah di kawasan Gunung Rinjani
24 December 2023 20:33 WIB, 2023
Desa Lantan Lombok Tengah jadi Desmigratif cegah calon pekerja migran ilegal
21 December 2023 11:23 WIB, 2023
Masuki usia ke-139 tahun, Desa Duman gelar jalan santai sampai pameran kuliner
08 November 2023 8:43 WIB, 2023
Ratusan warga Kecamatan Batukliang geruduk Kantor DPRD Lombok Tengah
05 October 2023 17:43 WIB, 2023
Bypass Labulia Lombok Tengah minim penerangan hingga rawan kecelakaan
05 October 2023 14:15 WIB, 2023