Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan konsep untuk mengoptimalkan Bale Harum atau rumah untuk mediasi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). menjadi pusat layanan sosial terpadu masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Alwan Basri, di Mataram, Minggu, mengatakan Bale Harum selama ini masih fokus menjadi pusat penanganan atau mediasi untuk PMKS.

"Seperti orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), anak jalanan, pengemis, dan gelandangan," katanya.

Namun demikian, dengan perkembangan kondisi kota saat ini, Bale Harum akan dioptimalkan menjadi pusat layanan masyarakat untuk kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak.

Baca juga: Pemkot Mataram siapkan pengawasan PMKS selama MotoGP 2025

Dengan demikian, lanjut dia, Bale Harum yang terletak di Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang itu tidak hanya digunakan untuk menangani PMKS.

Pengembangan Bale Harum menjadi pusat layanan terpadu diharapkan tidak hanya fokus pada satu sektor, tetapi juga didukung lintas sektor.

"Misalnya, di sana ada dokter, psikolog, dan tenaga sosial yang siap mendampingi," katanya.

Ia mengatakan, inovasi Bale Harum itu bisa lebih bermanfaat jika dijalankan secara berkelanjutan sehingga pemerintah dapat memastikan setiap kasus yang ditangani, baik terkait kesehatan mental, disabilitas, maupun permasalahan sosial lainnya, bisa diselesaikan dengan tuntas.

"Layanan di Bale Harum bisa dikolaborasikan dengan program dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lain," katanya.

Baca juga: Para PMKS di Mataram disiapkan pelatihan kerja

Bale Harum merupakan program inovasi dari Dinas Sosial Kota Mataram yang sudah diuji coba sejak akhir tahun 2024 dan hasil evaluasi keberadaan Bale Harum dinilai efektif.

"Oleh karena itu, fungsinya ingin kami optimalkan agar keberadaan bisa lebih optimal. Kami tidak ingin hanya berjalan sebentar lalu hilang," katanya.

Terkait dengan hal itu, Bale Harum diharapkan dapat menjadi tempat alternatif bagi lembaga-lembaga sosial, seperti Lembaga Perlindungan Anak (LPA), dalam melakukan pendampingan.

Keberadaan dokter, psikolog, dan pendamping sosial di satu lokasi, lanjutnya, dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan layanan rehabilitasi tanpa harus berpindah-pindah tempat.

"Kami optimistis fasilitas Bale Harum mampu menjadi jembatan masyarakat dengan berbagai sektor layanan, sekaligus memperkuat upaya membangun kota yang lebih inklusif dan responsif terhadap persoalan sosial," katanya.

Baca juga: PMKS di Mataram diawasi ketat selama Fornas VIII 2025


Pewarta : Nirkomala
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026