Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah desa (Pemdes) Sajang, kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTT), yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani ini merealisasikan program penunjang kesehatan masyarakat dengan membangun jamban di setiap rumah warga.

Kepala Desa Sajang, Lalu Kanahan di Lombok Timur, Minggu, mengatakan, sudah 800 lebih jamban dibangun untuk warganya sejak sebelum terjadi rentetan gempa yang muncul pertama kalinya di akhir Juli 2018.

"Jadi dari 1.400 rumah warga yang ada di desa Sajang ini, 800 lebih sudah kita buatkan jamban," kata Kanahan.

Namun akibat gempa yang terus terjadi hingga terakhir cukup besar dirasakan pada 17 Maret 2019, dengan kekuatan 5,4 Skala Richter, banyak bangunan jamban terkena dampak. Ada yang dindingnya hanya retak-retak, ada juga yang roboh dan tidak dapat dimanfaatkan lagi.

Untuk jumlah yang terkena dampak, Kanahan mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan lapangan. Namun sebagian diantaranya yang mengalami rusak ringan sudah diperbaiki dan dapat dimanfaatkan kembali oleh warga.

Meski demikian kondisinya, ada yang rusak parah dan tidak dapat dimanfaatkan lagi oleh warga, Kanahan bertekad dapat memperbaiki dan menyelesaikan program tersebut hingga tuntas seratus persen.

"Yang jelas program ini akan tetap kita lanjutkan sampai selesai. Mungkin setelah data kerusakan selesai, semuanya akan kita perbaiki lagi, dan yang belum akan kita bangunkan," ujarnya.

Jamban yang dibuatkan Pemdes Sajang ini terlihat berada di luar rumah. Dengan bangunan terpisah dari rumah warga, sarana yang dibuatkan cukup bermanfaat bagi masyarakat.

Tidak hanya untuk buang air besar saja, namun bangunan yang dibuat untuk menciptakan lingkungan sehat ini dapat juga digunakan sebagai sarana kebutuhan Mandi, Cuci, Kakus (MCK).

Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024