Lombok Tengah (ANTARA) - Proyek pembangunan unit pengelolaan darah dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah rampung dikerjakan.
"Unit pengelola darah itu telah rampung di kerjakan di 2025," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah Suardi di Lombok Tengah, Selasa.
Ia mengatakan anggaran pembangunan pengelolaan darah merupakan program Kementerian Kesehatan dengan alokasi dana Rp3,3 miliar. Proyek tersebut dikerjakan di 2025 dan ditargetkan beroperasi di 2026.
"Anggaran pembangunan gedung unit pengelolaan darah itu Rp 3,3 miliar," katanya.
Baca juga: Polres Lombok Tengah dukung peningkatan ketersediaan stok darah
Ia mengatakan dengan beroperasi layanan pengelolaan darah ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memenuhi kebutuhan darah.
Pelayanan yang diberikan dalam unit pengelola darah di antaranya kegiatan donor darah, skrining donor hingga distribusi darah ke unit pelayanan yang membutuhkan.
"Ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Baca juga: Kodim Lombok Tengah mendukung penambahan stok darah
Selain menyelesaikan pembangunan UTD ini, pihaknya juga telah menyelesaikan pembangunan tiga puskesmas di 2025 di antaranya Puskesmas Pengadang, Pengembur dan Muncan.
Proyek pembangunan tiga puskesmas untuk peningkatan pelayanan kesehatan itu menghabiskan dana Rp21 miliar yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025.
"Tahun 2025 itu ada tiga puskesmas yang dilakukan perbaikan supaya menjadi puskesmas prototype," katanya.
Ia mengatakan anggaran pembangunan puskesmas tersebut Rp7 miliar di masing-masing puskesmas, sehingga total anggaran Rp21 miliar. Sedangkan untuk waktu pengerjaan dimulai Juli hingga Desember 2025.
"Pembangunan puskesmas tersebut meliputi ruang IGD, ruang rawat inap, laboratorium, ruang poliklinik dan fasilitas pendukung kesehatan lainnya," katanya.
Baca juga: Para istri TNI di Lombok Tengah gelar donor darah
Baca juga: Program pemberian TTD di Lombok Tengah tetap berlanjut di 2025