Lombok Tengah (ANTARA) - Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan pengawasan terhadap penumpang datang sebagai langkah antisipatif terhadap potensi masuknya virus nipah melalui transportasi udara, baik dari penerbangan internasional maupun domestik.
"Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya laporan kasus penularan virus nipah di sejumlah negara," kata General Manajer Bandara Lombok Aidhil Philip Julian di Lombok Tengah, Kamis.
Peningkatan pengawasan dilaksanakan secara intensif melalui koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bandara Lombok telah mengoperasikan dua thermal scanner yang dipasang masing-masing di area kedatangan domestik dan kedatangan internasional, guna memantau suhu tubuh seluruh penumpang yang baru tiba di bandara.
"Khusus bagi penumpang internasional, setibanya juga diwajibkan untuk mengisi All Indonesia–SATUSEHAT Health Pass. Aplikasi ini digunakan untuk memperoleh informasi kesehatan dan riwayat perjalanan penumpang sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi risiko penularan penyakit," katanya.
Baca juga: Menkes teken aturan baru, Layanan kesehatan wajib jalan saat krisis dan wabah
Pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan serta instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi potensi masuknya virus Nipah,” ujarnya.
Ia mengatakan sejak pandemi COVID-19, pengawasan terhadap penumpang pesawat udara di Bandara Lombok telah diterapkan secara ketat dan berlapis. Dengan adanya laporan penyebaran virus Nipah, langkah pengawasan tersebut semakin diperkuat sebagai bentuk kewaspadaan dini.
“Penguatan pengawasan ini merupakan langkah preventif agar potensi penyebaran virus Nipah dapat dicegah sejak dini, mengingat merupakan pintu gerbang utama masuknya pelaku perjalanan ke Nusa Tenggara Barat melalui jalur udara,” katanya.
Ia mengatakan keberadaan rute penerbangan internasional di bandara menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan pengawasan kesehatan penumpang.
“Bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan, kami terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari luar negeri,” katanya.
Baca juga: Bayang Nipah di pintu wisata
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Bali dan Lombok: Gerbang wisata di bawah bayang Nipah
Baca juga: WHO bongkar 7 fakta Virus Nipah di India
Baca juga: Waspada Virus Nipah, Dinkes Mataram imbau warga tetap siaga
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026