Washington (ANTARA) - Penjaga Pantai AS (USCG) telah meningkatkan kehadirannya di Indo-Pasifik dan tetap berkomitmen untuk memperluas jejaknya di wilayah tersebut, kata Komandan USCG Laksamana Kevin Lunday pada Kamis.

"Kehadiran kami di Pasifik telah meningkat," kata Lunday selama sidang di Komite Senat tentang Perdagangan, Sains, dan Transportasi.

Lunday menyoroti bahwa USCG menerima sembilan kapal patroli tambahan dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga menunjukkan bahwa anggaran untuk 2026 akan menambah dana operasional sebesar 116 juta dolar AS (sekitar Rp1,94 triliun).

Baca juga: Deformasi batuan picu gempa 4,6 magnitudo di Kabupaten Bima

Dana itu akan meningkatkan pelatihan dan memperkuat keamanan nasional AS di kawasan tersebut, imbuhnya.

"Ini adalah area operasi yang vital, dan kami terus memperluas komitmen dan jejak kami di Indo-Pasifik," kata Lunday.

Baca juga: Sebanyak 407 gempa bumi guncang NTB sepanjang Agustus 2025

Dia juga menunjukkan bahwa AS menganggap Indo-Pasifik sebagai wilayah asalnya karena keterkaitannya dengan Hawaii.

Sumber: Sputnik-OANA