Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengkaji tawaran bantuan dari pemerintah pusat terkait pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern dengan kapasitas 300 ton, untuk menuntaskan persoalan sampah di wilayah setempat.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Senin, mengatakan, program yang ditawarkan pemerintah pusat dinilai sangat strategis sebab penanganan sampah di Mataram menjadi prioritas.

"Jika rencana itu terealisasi, kapasitas pengolahan sampah di Mataram diprediksi akan meningkat drastis," katanya.

Bahkan Kota Mataram, kata dia, berpotensi mampu menampung kiriman sampah dari luar daerah melalui sistem subsidi, sebab volume sampah di Kota Mataram mencapai 250 ton per hari, sementara TPST modern yang akan dibangun berkapasitas 300 ton per hari.

Baca juga: Mataram kaji pembangunan TPST 300 ton, biaya Rp27,5 miliar/tahun

Meski menyambut baik, wali kota mengakui adanya kendala teknis yang cukup berat, terutama terkait penyediaan lahan.

Syarat penyediaan lahan minimal seluas satu hektare, kata dia, menjadi kendala utama. Selain itu, kebutuhan stimulasi pembiayaan sebesar Rp27,5 miliar per tahun juga menjadi pertimbangan mengingat kapasitas fiskal daerah yang terbatas.

"Masalah lahan satu hektare menjadi kendala utama kami. Kalau untuk stimulasi pembiayaan mungkin masih bisa kami siasati, tapi lahan ini yang sedang kami kaji lagi," katanya.

Terhadap kendala tersebut, pada Selasa (24/2), Wali Kota Mataram akan bertolak ke Jakarta untuk mengikuti rapat koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup yang salah satunya akan membahas penawaran pembangunan TPST modern bersama 35 kabupaten/kota di Indonesia yang terpilih.

Baca juga: TPST Kebon Talo Mataram ditambah kapasitasnya jadi 400 ton

Di sisi lain, lanjut wali kota, jika Kota Mataram tidak mampu menyiapkan lahan tersebut, pemerintah kota akan mengusulkan agar pembangunan TPST bisa dilakukan dalam skala regional agar lebih prospektif dan efisien.

"Kalau kabupaten terdekat dari Kota Mataram, rata-rata masih memiliki lahan yang luas sehingga hal itu memungkinkan untuk membantu penanganan sampah di Kota Mataram," katanya.

Sembari menunggu kepastian proyek pusat tersebut, Pemerintah Kota Mataram tetap fokus pada penguatan infrastruktur sampah yang sudah ada yakni di TPST Sandubaya dan TPST Kebon Talo Ampenan, yang ditargetkan memiliki kapasitas 60 ton per hari.

"Selain itu, pengoperasian alat pembakar sampah (insinerator) akan terus diperkuat sebagai pendamping sistem pengolahan di TPST," katanya.

Baca juga: Kementerian PU siapkan Rp90 miliar untuk bangun TPST Kebon Talo Mataram
Baca juga: TPST Kebon Talo Mataram mulai dibangun 2026
Baca juga: Penampungan sampah di TPST Sandubaya Mataram bersifat sementara