Lombok Tengah (ANTARA) - Babinsa jajaran Kodim 1620 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pengawalan terhadap proses penyerapan gabah hasil panen petani yang dibeli langsung oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) di daerah setempat.

"Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas stok pangan dan kelancaran distribusi serapan gabah milik petani oleh Bulog selama bulan suci ramadhan 1447 hijriah hingga ke gudang penyimpanan," kata Dandim 1620 Lombok Tengah Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti di Lombok Tengah, Minggu.

Ia mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam memantau hasil panen merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional. 

"Tidak hanya sekadar memantau, Babinsa terjun langsung ke sawah dan tempat penggilingan padi untuk memastikan gabah petani ini terserap dengan harga yang sesuai dan tepat sasaran dan terserap dengan baik," katanya.

Baca juga: Produksi gabah di Lombok Tengah 2025 capai 509 ribu ton

Ia mengatakan selain itu, kegiatan ini difokuskan pada pendampingan petani mulai dari proses pemanenan hingga distribusi ke gudang-gudang penampungan.

Hal ini bertujuan untuk meminimalisir praktik spekulasi harga yang sering kali muncul di tengah tingginya permintaan kebutuhan pokok selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. 

"Kami ingin memastikan bahwa jerih payah petani terbayar dengan harga yang layak, sekaligus menjamin bahwa pasokan beras di wilayah Lombok Tengah tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Kodim terus bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Bulog setempat. 

Baca juga: TNI kawal pembelian gabah petani di wilayah Lombok Tengah

Babinsa juga memberikan edukasi kepada kelompok tani mengenai standar kualitas gabah yang baik agar memenuhi kualifikasi serapan pasar maupun cadangan pangan pemerintah. 

Respon positif datang dari para petani yang merasa terbantu dengan kehadiran TNI di lapangan, untuk melakukan pengawalan dan memberikan rasa aman bagi petani dari potensi permainan tengkulak yang merugikan. 

"Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan kedaulatan pangan di tingkat daerah dapat terus terjaga secara berkelanjutan," katanya.

Pemerintah telah menetapkan harga gabah kering dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Saat ini sejumlah petani telah mulai panen padi pada musim tanam pertama pada musim hujan 2026.

Baca juga: Komplotan pencuri gabah di Lombok Tengah terekam CCTV

Baca juga: Harga gabah di Lombok Tengah untungkan para petani

Baca juga: Harga gabah petani di Lombok Tengah turun