Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperluas lahan pangan melalui program cetak sawah baru seluas 1.347 hektare yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional di wilayah Pulau Sumbawa.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Eva Dewiyani mengatakan Kabupaten Dompu mendapat alokasi cetak sawah baru seluas 1.097 hektare dan Kabupaten Sumbawa Barat sekitar 250 hektare.
"Keberhasilan program itu sangat bergantung pada dukungan aktif seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Selasa.
Baca juga: Ratusan ton bibit padi akan diberikan ke petani di Sumbawa Barat
Eva menjelaskan program cetak sawah baru menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pemerintah NTB mendorong penyelesaian dokumen Survei Investigasi dan Desain (SID) serta dokumen lingkungan sebagai prasyarat utama konstruksi untuk perluasan lahan pangan baru tersebut.
Tim penyusun dari Universitas Mataram menyampaikan progres penyusunan SID telah berjalan sesuai jadwal sejak dimulai pada November 2025 dan ditargetkan selesai pada 31 Maret 2026.
Hasil survei lapangan terungkap lokasi cetak sawah baru berada di luar kawasan hutan, tidak termasuk lahan baku sawah, serta mendapat dukungan dari petani setempat yang bersedia mengoptimalkan lahan menjadi sawah produktif.
"Perencanaan infrastruktur juga telah disiapkan meliputi desain jaringan irigasi, pembangunan sumur bor, serta analisis kebutuhan air guna mendukung keberlanjutan budidaya padi," kata Eva.
Baca juga: 250 hektare sawah di Sumbawa terendam banjir
Lebih jauh ia menyampaikan sejumlah dokumen pendukung masih perlu dilengkapi, seperti kesesuaian tata ruang dan validasi kawasan non-hutan, yang menjadi syarat dalam penerbitan dokumen lingkungan.
Pemerintah NTB bersama instansi terkait terus meningkatkan koordinasi guna memastikan seluruh tahapan administrasi dapat diselesaikan tepat waktu. Bila dokumen lingkungan belum dapat diselesaikan sesuai batas waktu, maka dilakukan penyesuaian melalui kontrak ulang.
Eva optimis program cetak sawah baru dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi pangan, penguatan ketahanan pangan daerah, serta kontribusi terhadap pencapaian target nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nusa Tenggara Barat memproduksi mencapai 1,71 juta ton gabah kering giling atau meningkat 17,56 persen pada 2025 ketimbang tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 1,45 juta ton.
Produksi padi yang meningkat sebanyak 255,21 ribu ton tersebut akibat penambahan luas panen dan berbagai intervensi pemerintah pada sektor pertanian.
Luas panen padi mencapai 322,90 ribu hektare. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 41,18 ribu hektare atau 14,62 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 281,72 ribu hektare.