Lombok Tengah (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyatakan kondisi sampah yang dibuang ilegal di pinggir jalan Bypass maupun di ruang kosong, supaya dilakukan mitigasi guna mencegah kerusakan lingkungan.
"Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama baik itu pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten," kata Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah Lalu Ahyar saat acara musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang) di tingkat kecamatan di Lombok Tengah, Sabtu.
Ia mengatakan kondisi sampah yang dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut tentunya dapat merugikan semua pihak, baik itu dari segi kebersihan lingkungan maupun kesehatan.
Beberapa lokasi tempat pembuangan sampah ilegal yang menjadi perhatian di antaranya di jalan Bypass menuju Bandara Lombok maupun Mandalika.
Selain itu, di beberapa tanah kosong maupun jambatan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah tidak jarang ditemukan sampah berserakan yang dibungkus oknum masyarakat.
"Ini menjadi PR bersama," katanya.
Ia mengatakan keterbatasan petugas sumber daya manusia (SDM) kebersihan dengan luas wilayah tentu tidak bisa ditangani secara maksimal, sehingga diharapkan peran aktif dari pemerintah desa serta masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan lingkungan.
"Edukasi kepada masyarakat harus tetap ditingkatkan," katanya.
Selain persoalan sampah, yang harus menjadi perhatian semua pihak adalah bagaimana melakukan penanganan dampak bencana alam baik itu pohon tumbang maupun banjir.
"Kolaborasi harus tetap ditingkatkan dan peran masyarakat sangat penting dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam," katanya.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah menyatakan pihaknya tetap intens mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di tempat yang dilarang seperti di pinggir jalan, jambatan maupun sungai.
"Keluhan dari masyarakat itu telah kami bersihkan, namun masih ada oknum warga yang kembali membuang sampah sembarang," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah Lalu Sarkin Junaidi.
Ia mengatakan volume sampah di Lombok Tengah saat ini mencapai 80 ton per hari dan itu semua dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan gerakan pemilihan sampah dari rumah serta tidak membuang sampahnya sembarangan.
"Peran masyarakat sangat diharapkan dalam mengatasi persoalan sampah ini," katanya.