Mataram (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia Nusa Tenggara Barat (KONI NTB) memberikan perpanjangan waktu pendaftaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 bagi pengurus tingkat kabupaten/kota guna melengkapi data atlet dan ofisial yang telah didaftarkan.
Ketua KONI NTB Mori Hanafi menjelaskan sebanyak 4.542 atlet dan 1.075 ofisial telah mendaftar hingga tenggat penutupan sebelumnya pada 11 April lalu.
"Jumlah atlet ini masih dinamis karena kami membuka kembali pendaftaran selama tiga hari, mulai Senin (20/4) hingga Rabu (22/4). Ini kesempatan bagi KONI di tingkat kabupaten/kota untuk menyempurnakan data mereka," ujarnya di Mataram, Sabtu.
Seturut data KONI NTB, Lombok Barat tercatat sebagai daerah yang mendaftarkan kontingen dengan jumlah terbanyak yakni mencapai 670 atlet, diikuti Sumbawa Barat 616 atlet, dan Lombok Tengah 595 atlet.
Tuan rumah Mataram tercatat telah mendaftarkan 571 atlet, kemudian Lombok Timur 533 atlet, Sumbawa 480 atlet. Dompu 419 atlet, Kota Bima 407 atlet dan Lombok Utara 251 atlet.
Kabupaten Bima menjadi satu-satunya daerah yang belum melakukan pendaftaran, ditengarai akibat kendala internal kepengurusan. KONI NTB menyatakan akan memberi dispensasi waktu bagi Kabupaten Bima.
Baca juga: KONI Lombok Tengah mulai pelatda jelang Porprov NTB 2026
Saat ini terdapat 115 nomor pertandingan dari 25 cabang olahraga Porprov NTB 2026 yang belum memenuhi syarat untuk dipertandingkan karena kekurangan peserta.
Mori optimistis nomor-nomor itu bisa dipertandingkan seketika kontingen Kabupaten Bima terdaftar.
Isu mutasi atlet juga menjadi poin yang ditegaskan KONI NTB agar segera tuntas demi menjaga sportivitas kompetisi.
Baca juga: KONI Dompu luncurkan Pelatda 2025 di arena CFD
Mori menegaskan pihaknya terus mematangkan persiapan Porprov 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Mataram pada Juli mendatang.
"Selain urusan teknis administrasi, Porprov juga akan menjamin kenyamanan para peserta," katanya.
Kontingen Porprov 2026 rencananya akan ditempatkan di hotel-hotel berkualitas di Mataram dan sekitarnya. Oleh karena itu, KONI NTB tengah merumuskan skema pembagian beban dana akomodasi.
"Kami menyiapkan penginapan mulai dari hotel bintang empat. Jika kapasitas tidak mencukupi, kami akan menggunakan hotel non-bintang dengan standar yang tetap terjaga," kata Mori.