Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, distribusi elpiji 3 kilogram ke 399 pangkalan se-Kota Mataram, sejauh ini berjalan normal sesuai jadwal masing-masing.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Kamis, mengatakan, beberapa pangkalan menerima suplai setiap hari sekitar 100-200 tabung, namun ada juga yang tiga kali seminggu.

"Kondisi itu, riil kami temukan di lapangan dan hasil koordinasi langsung dengan agen elpiji 3 kilogram," katanya.

Hanya saja kondisi tersebut berbeda dengan kondisi masyarakat yang hingga saat ini masih kesulitan mendapatkan elpiji subsidi di tingkat pengecer, kalaupun ada harganya mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung.

Menyikapi itu, Disdag menyarankan warga membeli langsung ke pangkalan untuk mendapatkan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp18.000 per tabung, karena stok di tingkat pengecer sengaja dibatasi untuk memastikan distribusi ke rumah tangga lebih merata.

Selain itu, pihaknya juga meminta partisipasi warga untuk mendokumentasikan foto atau video jika menemukan pangkalan yang menjual di atas harga HET agar dapat ditindak tegas.

"Pasalnya, setiap kami turun lapangan untuk pengawasan, stok elpiji di pangkalan tersedia dan dijual sesuai HET," katanya.
 
Untuk mencari benang merah dari masalah itu, Pemerintah Kota Mataram mengambil beberapa langkah strategis pertama masyarakat diimbau untuk tidak panik.

Pasalnya, dugaan sementara adanya fenomena panik buying atau aksi borong di masyarakat sehingga ada warga yang membeli hingga 4 tabung sekaligus di pangkalan, dan itu memicu pendistribusian tidak merata.

Karenanya, pangkalan kini diminta memprioritaskan rumah tangga dengan membatasi pembelian maksimal 2 tabung per orang.

Selain itu, pemerintah kota akan melakukan pemetaan ulang (mapping) terhadap distribusi di 399 pangkalan dan berkoordinasi dengan Pertamina jika ditemukan agen yang mengurangi suplai secara sepihak.

Sementara terkait dengan indikasi penimbunan, kata Sri menegaskan, sejauh ini belum ditemukan di wilayah Kota Mataram.

"Karena itu, pengawasan akan terus kami lakukan setiap hari, termasuk pada malam hari, untuk memastikan ketersediaan elpiji bagi masyarakat tetap terjaga," kata Sri.