Mataram (ANTARA) - Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana meminta organisasi perangkat daerah (OPD) setempat bersama para pemangku kepentingan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap keberadaan rumah penitipan anak atau "day care" di kota itu.
"Kami berjanji masalah ini akan mendapatkan atensi khusus dan pengawasan terhadap fasilitas serupa di wilayah Kota Mataram," katanya di usai kegiatan mutasi di aula pendopo Wali Kota Mataram di Mataram, Senin.
Hal tersebut disampaikan menyikapi adanya kasus kekerasan anak di day care yang terjadi di salah satu day care di Yogyakarta baru-baru ini, sehingga isu keamanan tempat penitipan anak di Kota Mataram mulai menjadi sorotan.
Wali kota mengakui, selama ini day care merupakan sektor yang didasarkan pada kepercayaan penuh orang tua. Namun, adanya insiden negatif di luar daerah menjadi pelajaran penting bagi pemerintah setempat untuk hadir melakukan monitoring.
Karena itu, Pemerintah Kota Mataram berkomitmen untuk menelusuri kembali keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut guna memastikan keamanan dan kenyamanan bagi anak-anak yang dititipkan.
"Ini jadi pembelajaran buat kita. Selama ini tempat penitipan anak diberikan kepercayaan penuh oleh orang tua. Adanya kejadian kemarin menjadi catatan, dan saya akan sampaikan ini agar menjadi atensi dinas terkait," tegas wali kota.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat H Didi Sumardi sebelumnya mengatakan, pengawasan day care tidak boleh lagi hanya bersifat sektoral atau parsial.
Akan tetapi diperlukan sistem yang terstruktur di bawah kendali kepala daerah, baik gubernur maupun wali kota, untuk memastikan setiap lembaga penitipan anak berjalan sesuai standar keamanan.
"Pengawasan harus melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari OPD, kepolisian, hingga unit terkecil di lingkungan masyarakat," katanya.
Selain pengawasan formal dari pemerintah, edukasi kepada masyarakat dianggap sebagai kunci utama pencegahan. Institusi lingkungan seperti RT, lurah, hingga camat diharapkan memiliki data yang selalu diperbarui mengenai aktivitas penitipan anak di wilayah mereka.
"Masyarakat juga diminta untuk lebih peka terhadap situasi lingkungan sekitar. Kepekaan ini penting agar setiap indikasi kejanggalan atau kekerasan dapat segera dideteksi dan dilaporkan," katanya.