Dompu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, bersama PT Sumbawa Timur Mining (STM) membahas rencana pembangunan dermaga nelayan di Kecamatan Hu’u guna mendukung akses dan aktivitas masyarakat pesisir setempat.

Pembahasan tersebut, dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) tahap I Program Pembangunan Dermaga Nelayan yang digelar di Gedung Pertemuan SMK 1 Hu’u, Senin (4/5), dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari jajaran pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh masyarakat, hingga perwakilan perusahaan.

Bupati Dompu, Bambang Firdaus mengatakan pembangunan dermaga nelayan merupakan kebutuhan riil masyarakat yang perlu didukung bersama oleh pemerintah daerah dan pihak swasta.

"Pemerintah hadir untuk membantu, mendukung, dan mempermudah seluruh proses hingga pembangunan dermaga ini berjalan dengan baik. Prinsipnya, kita sepakat membangun dermaga nelayan di Hu’u untuk masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, pendanaan pembangunan dermaga tersebut akan didukung oleh pihak STM, sementara pemerintah daerah berperan dalam percepatan fasilitasi dan dukungan administratif.

Menurut dia, keberadaan dermaga baru diharapkan mampu menggantikan fasilitas lama yang dinilai kurang representatif, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan di wilayah itu.

Bupati juga berharap kolaborasi antara pemerintah dan pihak perusahaan dapat berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

"Kami berharap dukungan semua pihak agar program ini berjalan sukses. Investasi yang masuk juga diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Baca juga: Nelayan Bima berpeluang dapat Kampung Nelayan Merah Putih

Sementara itu, Community Relations Manager STM, Ulya Defretes, mengatakan pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran program pembangunan tersebut.

"Kami akan terus berkoordinasi dan melaporkan perkembangan program. Harapannya, pembangunan dermaga ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha bahari di sekitar wilayah Hu’u," ujarnya.

Baca juga: Tim SAR temukan pemilik perahu terdampar di Dermaga Lombok Timur

Selain itu, kata dia, STM juga menjalankan berbagai program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Partisipasi Desa (PPD) yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Pada 2025, program tersebut menjangkau 4.593 penerima manfaat di delapan desa di Kecamatan Hu’u dan empat desa di Kecamatan Pajo dengan total nilai sekitar Rp1,5 miliar.

FGD tahap awal ini, diharapkan menjadi langkah awal dalam menyelaraskan peran dan fungsi para pihak, sehingga pembangunan dermaga nelayan dapat terlaksana secara terarah, efektif, dan berkelanjutan.