Lombok Tengah (ANTARA) - Kodim 1620 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengatakan pengerjaan pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto tetap melibatkan tenaga kerja lokal atau warga setempat.

"Pembangunan KDMP ini tetap melibatkan masyarakat setempat atau tenaga lokal," kata Dandim 1620 Lombok Tengah Letkol Arm Karimmudfin Rangkuti di Lombok Tengah, Jumat.

Ia mengatakan pelibatan tenaga kerja lokal di beberapa desa dalam pembangunan KDMP tersebut bisa dicek langsung dan progres pembangunan KDMP di Lombok Tengah cukup baik.

"Progres pembangunan KDMP di Lombok Tengah tertinggi ke dua di wilayah Bali Nusra," katanya.

Ia mengatakan pembangunan KDMP itu juga melibatkan tenaga dari luar seperti untuk tenaga ahli besi dan konstruksi, karena tidak semua di desa itu yang memiliki tenaga ahli.

"Tujuannya, agar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sesuai dengan standarisasi yang telah ditetapkan," katanya.

Ia mengatakan pelibatan tenaga ahli tersebut agar besi yang digunakan dalam pembangunan KDMP itu sesuai SOP, tidak ada perbedaan dengan KDMP yang satu dengan yang lain.

Baca juga: Pemkot: KDMP Mataram terbaik menjadi terbaik se-NTB

"Jika di aturan pakai besi 10, semua harus menghadapi besi 10. Tidak boleh menggunakannya besi 8, itu contohnya," katanya.

Ia mengatakan gerai KDMP tersebut hingga saat ini telah terbangun di 73 titik di 12 kecamatan di Lombok Tengah. Sedangkan untuk progres, sebanyak 13 titik telah rampung 100 persen pengerjaan nya dan 15 titik pembangunannya telah mencapai 40 persen.

"Ada 13 titik KDMP di Lombok Tengah yang telah rampung dikerjakan," katanya.

Baca juga: Pemerintah terus awasi pembiayaan KDMP dari APBN

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Tengah Ikhsan mengatakan proses pembangunan bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat ini terus bergerak dengan capaian sekitar 54 persen.

"Dari 154 desa dan kelurahan di Lombok Tengah ada sekitar 73 desa yang pembangunan KDMP-nya sudah mulai berjalan dan sisanya sedang dalam proses," katanya.