Mataram (ANTARA) - Dua orang calon haji Kloter 11 Embarkasi Lombok Nusa Tenggara Barat sampai dengan saat ini belum mendapatkan kartu nusuk (kartu identitas resmi) dari Pemerintah Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Lombok, Lalu Muhamad Amin membenarkan dari 389 calon haji Kloter 11, sebanyak 387 sudah menerima kartu nusuk dan dua jamaah belum mendapatkan kartu nusuk tersebut.
"Ya, ada dua calon jamaah haji yang belum mendapatkan kartu nusuk," ujarnya di Asrama Haji NTB di Mataram, Rabu.
Ia menyebutkan, dua calon haji Kloter 11 ini atas nama Linda Fitria dan Syahrul M Yasin. Kloter 11 merupakan kloter campuran pertama dari NTB yang berasal dari Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu.
Baca juga: Wali Kota Mataram melepas 393 calon haji Kloter 10
"Bagi yang belum mendapatkan kartu nusuk ini diusahakan untuk segera mendapatkan, sehingga bisa diberangkatkan pada kloter berikut," kata Lalu Amin.
Selain itu, kata Amin, dari total seluruh jamaah Kloter 11 yang telah masuk ke Asrama Haji NTB, terdapat tujuh orang harus dirujuk ke RSUD Provinsi NTB. Mereka yang dirujuk tersebut, antara lain BIH usia 71 tahun, MS usia 86 tahun, AG usia 70 tahun, MKF usia 67 tahun, HSS usia 67 tahun, YMY usai 64 tahun, dan MAA usia 59 tahun.
Dari tujuh orang calon haji yang dirujuk ada tiga jamaah yang dinyatakan istita'ah dan laik berangkat, yakni BIH usia 71 tahun, AG usia 70 tahun, dan YMY usai 64 tahun, sehingga total jamaah calon haji yang berangkat pada Kloter 11 adalah 389 orang.
Baca juga: JCH kloter 9 NTB diberangkatkan menuju Mekkah
"Bagi yang belum diberangkatkan akan di usahakan untuk menutup seluruh "open seat" pada kloter terakhir," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan sampai dengan Kloter 11, jumlah jamaah haji, termasuk petugas Embarkasi Lombok yang sudah diberangkatkan ke tanah suci Arab Saudi sebanyak 4.316 orang, terdiri dari 4.272 calon haji dan 44 petugas.
"Sedangkan "open seat" sampai dengan saat ini terdapat 7 orang, dengan 6 orang dinyatakan sakit, dan satu orang dengan alasan lain," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026