Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyasar sekitar 50.000 hingga 60.000 unit usaha di Kota Mataram untuk dilakukan pendataan melalui kegiatan Sensus Ekonomi 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram Moh Reza Nugraha di Mataram, Senin, mengatakan, target Sensus Ekonomi 2026 itu mencakup seluruh aktivitas usaha, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar.
"Sedangkan, untuk pedagang kaki lima (PKL), mekanismenya akan disesuaikan dengan karakteristik tempat usaha," katanya.
PKL yang memiliki tempat usaha menetap atau lapak permanen akan didata langsung di lokasi tempat usahanya. Tapi, PKL yang bersifat sementara atau bongkar-pasang akan didata melalui pendekatan rumah tangga pemiliknya.
Untuk pelaksanaan itu, BPS saat ini sedang mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Langkah itu dilakukan guna memastikan proses pendataan di lapangan berjalan dengan lancar dan menghasilkan data yang akurat.
"Karena itu, saat ini kami juga menggencarkan sosialisasi melalui berbagai media," katanya.
Selain itu, proses rekrutmen petugas lapangan juga telah memasuki tahap akhir setelah melewati proses seleksi wawancara yang ketat. Sebanyak 306 petugas lapangan disiapkan untuk menyisir seluruh wilayah di Kota Mataram.
Guna memudahkan pelaku usaha, tambahnya, BPS menerapkan dua skema utama dalam pengumpulan data sensus ekonomi. Pertama, dengan menggunakan mode CAWI (Computer Assisted Web Interview), yakni pengisian mandiri melalui email yang ditujukan khusus bagi kategori usaha besar.
Ke dua dengan melakukan pendataan manual atau door to door yakni petugas akan mendatangi langsung seluruh rumah tangga untuk mendata aktivitas usaha yang ada dengan menyasar semua kategori usaha.
Menurutnya, output Sensus Ekonomi 2026, akan disajikan dalam bentuk data agregat dan publikasi resmi. Output dari sensus itu diharapkan dapat menyajikan potret terkini mengenai struktur ekonomi Kota Mataram, menyusun peta direktori perusahaan, serta menyajikan basis data populasi usaha menurut lapangan dan skala usaha.
Hasil sensus itu tidak hanya menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan investasi, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat luas sebagai bahan pertimbangan dalam melihat potensi ekonomi daerah.
Pasalnya, kata Reza, kegiatan itu tidak hanya bertujuan memotret kondisi perekonomian terkini, tetapi juga menjadi landasan penting dalam mendorong investasi dan pembangunan daerah.
Sensus ekonomi akan memberikan gambaran terbaru mengenai struktur ekonomi di Kota Mataram. Data tersebut nantinya dapat dijadikan dasar penyusunan berbagai kebijakan dan perencanaan pembangunan.
"Melalui sensus ekonomi, kami memperoleh potret terkini struktur ekonomi di Kota Mataram. Data yang dihasilkan juga dapat menjadi basis informasi kegiatan ekonomi di daerah," katanya menambahkan.
Baca juga: Kenaikan BI-Rate 50 bps tepat, jadi jangkar stabilitas rupiah
Secara keseluruhan, tahapan sensus dimulai dari bulan Mei hingga Agustus 2026. Namun, untuk pelaksanaan pendataan lapangan secara langsung ke lapangan (door-to-door) ke setiap rumah tangga dan usaha akan dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Baca juga: Pemkot Mataram ajak warga kota sukseskan sensus ekonomi 2026