Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan proses rekrutmen mitra pendataan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan terbuka tanpa jalur khusus guna menjamin objektivitas dan transparansi seleksi.

"Semua peserta masuk melalui pintu yang sama dan diseleksi dengan cara yang sama, tidak ada jalur khusus dalam rekrutmen," kata Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Minggu.

Wahyudin menjelaskan seluruh peserta mengikuti mekanisme seleksi yang sama mulai dari pendaftaran, verifikasi administrasi, hingga tes kompetensi yang dilaksanakan secara daring melalui sistem.

Semua tahapan seleksi mitra pengumpulan data Sensus Ekonomi 2026 dirancang agar berlangsung secara objektif, terukur, dan transparan.

Proses rekrutmen dilakukan melalui aplikasi Sobat BPS dan laman mitra.bps.go.id yang memungkinkan seluruh peserta mengikuti seleksi dengan mekanisme yang sama.

Pada tahap awal, calon mitra melakukan registrasi mandiri dengan melengkapi profil yang mencakup identitas diri, domisili, pendidikan terakhir, pengalaman kegiatan statistik, serta informasi mengenai kemampuan dan sarana pendukung yang dimiliki.

Setelah itu dilakukan verifikasi administrasi untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang diunggah dengan data yang dimasukkan peserta.

Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi kemudian mengikuti tes kompetensi yang dilaksanakan secara daring melalui sistem.

Baca juga: Dompu perkuat data sektoral jaga arah pertumbuhan ekonomi

"Kami membutuhkan 5.210 mitra pendataan yang bertugas selama kurang lebih 2,5 bulan untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat," papar Wahyudin.

Lebih lanjut ia menyampaikan calon mitra yang lulus seleksi akhir wajib menyetujui pakta integritas melalui aplikasi Sobat BPS sebelum dapat ditetapkan sebagai mitra pendataan.

Pakta integritas tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Baca juga: BPS Mataram target menyasar 50.000 usaha pada sensus ekonomi 2026

Wahyudin berharap rekrutmen yang terbuka dan berbasis sistem dapat menghadirkan petugas lapangan yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026.

"Data yang dihasilkan nantinya menjadi salah satu fondasi penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional," pungkas dia.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026