Gedung puskeswan yang rusak akibat gempa segera dibangun
Rabu, 3 Juli 2019 15:09 WIB
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli di Mataram. (Foto: ANTARA News/Nirkomala)
Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera melakukan pembangunan gedung pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang berada di Selagalas, yang mengalami rusak berat akibat gempa bumi Agustus 2018.
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Rabu mengatakan, setelah dilakukan uji kelayakan, secara struktur akibat gempa bumi gedung puskeswan masuk kategori rusak berat sehingga tidak bisa diperbaiki melainkan harus dibangun ulang.
"Karena itu, bangunannya harus dibongkar total dan dibangun ulang," katanya.
Saat ini, lanjut Mutawalli, tahapan pembangunan puskeswan masih dalam proses tender melalui unit layanan pengadaan (ULP) dengan nilai tender Rp400 juta, dan diharapkan dalam waktu dekat sudah ada pemenang agar pembangunan bisa segera dimulai.
"Selama proses pembangunan, pelayanan di puskeswan akan kita pindah pada gedung bagian belakang," katanya.
Menurutnya, sesuai dengan perencanannnya, Puskeswan Selagalas akan dirubah menjadi klinik kesehatan hewan untuk memenuhi kebutuhan para pemilik hewan kesayangan. Dengan demikian, klinik tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.
"Fasilitas pendukung itu seperti, ruang pemeriksaan, ruang operasi, ruang bedah, ruang rawat inap serta laboratorium," katanya.
Dia mengatakan, keberadaan klinik kesehatan hewan saat ini dinilai penting, melihat makin tingginya animo masyarakat dalam memelihara hewan kesayangan.
Hal itu dapat dilihat dengan tingkat kunjungan selama ini ke puskeswan di Selagalas cukup ramai, dalam sehari hewan kesayangan yang dibawa berobat ke puskeswan rata-rata mencapai 15 hewan.
"Hal inilah yang menjadi salah satu motivasi, Pemerintah Kota Mataram harus memiliki klinik kesehatan hewan. Setiap hari kami menyagakan tiga dokter dan paramedis," ujarnya.
Perlu diingat, lanjutnya, bahwa dalam pelayanan di klinik kesehatan hewan ini tidak dilayani secara gratis seperti halnya pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kota Mataram di puskesmas.
"Alasannya, karena para pemilik hewan kesayangan tentu masyarakat yang memiliki penghasilan lebih, sehingga dinilai mampu untuk membayar biaya pengobatan kesehatan hewan," katanya.
Mutawalli menambahkan, saat ini sudah ada ada perbedaan sistem peternakan di kabupaten dan kota. Artinya kalau sistem peternakan di kabupaten dilakukan untuk produksi, sebaliknya peternakan di kota sebagai hewan peliharaan kesayangan.
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Rabu mengatakan, setelah dilakukan uji kelayakan, secara struktur akibat gempa bumi gedung puskeswan masuk kategori rusak berat sehingga tidak bisa diperbaiki melainkan harus dibangun ulang.
"Karena itu, bangunannya harus dibongkar total dan dibangun ulang," katanya.
Saat ini, lanjut Mutawalli, tahapan pembangunan puskeswan masih dalam proses tender melalui unit layanan pengadaan (ULP) dengan nilai tender Rp400 juta, dan diharapkan dalam waktu dekat sudah ada pemenang agar pembangunan bisa segera dimulai.
"Selama proses pembangunan, pelayanan di puskeswan akan kita pindah pada gedung bagian belakang," katanya.
Menurutnya, sesuai dengan perencanannnya, Puskeswan Selagalas akan dirubah menjadi klinik kesehatan hewan untuk memenuhi kebutuhan para pemilik hewan kesayangan. Dengan demikian, klinik tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.
"Fasilitas pendukung itu seperti, ruang pemeriksaan, ruang operasi, ruang bedah, ruang rawat inap serta laboratorium," katanya.
Dia mengatakan, keberadaan klinik kesehatan hewan saat ini dinilai penting, melihat makin tingginya animo masyarakat dalam memelihara hewan kesayangan.
Hal itu dapat dilihat dengan tingkat kunjungan selama ini ke puskeswan di Selagalas cukup ramai, dalam sehari hewan kesayangan yang dibawa berobat ke puskeswan rata-rata mencapai 15 hewan.
"Hal inilah yang menjadi salah satu motivasi, Pemerintah Kota Mataram harus memiliki klinik kesehatan hewan. Setiap hari kami menyagakan tiga dokter dan paramedis," ujarnya.
Perlu diingat, lanjutnya, bahwa dalam pelayanan di klinik kesehatan hewan ini tidak dilayani secara gratis seperti halnya pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kota Mataram di puskesmas.
"Alasannya, karena para pemilik hewan kesayangan tentu masyarakat yang memiliki penghasilan lebih, sehingga dinilai mampu untuk membayar biaya pengobatan kesehatan hewan," katanya.
Mutawalli menambahkan, saat ini sudah ada ada perbedaan sistem peternakan di kabupaten dan kota. Artinya kalau sistem peternakan di kabupaten dilakukan untuk produksi, sebaliknya peternakan di kota sebagai hewan peliharaan kesayangan.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ramadhan 1447 H, Sekolah di Mataram diminta fokus penguatan nilai keagamaan
13 February 2026 15:07 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pengelolaan sampah Nasional naik ke 24,95 persen, Target 100 persen masih jauh
11 February 2026 17:18 WIB
Sebanyak 1,67 juta orang diprediksi padati Ketapang--Gilimanuk pada Lebaran
11 February 2026 6:40 WIB