Penusukan terhadap Wiranto dikutuk MUI Lebak
Jumat, 11 Oktober 2019 9:54 WIB
Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Akhmad Khudori.
Lebak (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak mengutuk keras penusukan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto yang dilakukan pasangan suami isteri di Menes Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (17/10).
"Kami sebagai ulama merasa prihatin adanya insiden penusukan terhadap pejabat negara itu," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Akhmad Khudori saat dihubungi di Lebak, Jumat.
Kasus penusukan tersebut menunjukan lemahnya pengamanan terhadap Menkopolhukam Wiranto. Semestinya, kata dia, pengamanan itu diperketat.
Karena itu, MUI Lebak berharap ke depan jangan sampai terulang kembali, seperti yang dialami Menkopolhukam tersebut.
Baca juga: PKB : Penusukan Wiranto cederai demokrasi
"Kami yakin jika pengamanan itu diperketat dipastikan tidak akan terjadi insiden penusukan terhadap Wiranto itu," ucapnya, menjelaskan.
Menurut dia, paham radikalisme menjadikan ancaman bangsa dan negara, sehingga masyarakat harus melawan tindakan radikalisme itu.
Sebab, tindakan radikalisme melakukan berbagai cara untuk kekerasan hingga pembunuhan kepada orang-orang yang tidak disukai atau berseberangan dengan menghalangi keinginan mereka.
Pelaku penusukan terhadap Wiranto, yaitu pasangan suami isteri yang diketahui bernama Syahril Amansyah dan Fitri Andriana adalah bagian kelompok radikalisme berdasarkan penjelasan kepolisian.
"Kami minta semua pejabat negara itu jika melaksanakan kerja ke daerah mendapat pengamanan dan penjagaan ketat guna menghindari tindakan terorisme itu," ujarAkhmad Khudori, menegaskan.
Baca juga: Penusukan Menkopolhukam dikutuk Masyarakat Pandeglang
Pelaku penusukan Wiranto bukan warga Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, namun sang isteri bernama Fitri Andriana dan lahir di Brebes seperti tertera dalam identitas KTP.
Fitri beralamat di Desa Sitanggai, Brebes dan di Pandeglang tinggal di Kampung Sawah, Kecamatan Menes.
Sedangkan, eksekutor penusuk Wiranto bernama Syahril Amansyah alias Abu Rara dan lahir di Medan.
Ia tinggal di Jalan Syahrial VI No 104 LK, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.
Berdasarkan informasi pelaku itu mengontrak di Kampung Sawah, Desa Menes, selama setahun terakhir dengan profesi penjual pulsa dan pakaian secara daring atau online.
Baca juga: Wiranto dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang
"Kami sebagai ulama merasa prihatin adanya insiden penusukan terhadap pejabat negara itu," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Akhmad Khudori saat dihubungi di Lebak, Jumat.
Kasus penusukan tersebut menunjukan lemahnya pengamanan terhadap Menkopolhukam Wiranto. Semestinya, kata dia, pengamanan itu diperketat.
Karena itu, MUI Lebak berharap ke depan jangan sampai terulang kembali, seperti yang dialami Menkopolhukam tersebut.
Baca juga: PKB : Penusukan Wiranto cederai demokrasi
"Kami yakin jika pengamanan itu diperketat dipastikan tidak akan terjadi insiden penusukan terhadap Wiranto itu," ucapnya, menjelaskan.
Menurut dia, paham radikalisme menjadikan ancaman bangsa dan negara, sehingga masyarakat harus melawan tindakan radikalisme itu.
Sebab, tindakan radikalisme melakukan berbagai cara untuk kekerasan hingga pembunuhan kepada orang-orang yang tidak disukai atau berseberangan dengan menghalangi keinginan mereka.
Pelaku penusukan terhadap Wiranto, yaitu pasangan suami isteri yang diketahui bernama Syahril Amansyah dan Fitri Andriana adalah bagian kelompok radikalisme berdasarkan penjelasan kepolisian.
"Kami minta semua pejabat negara itu jika melaksanakan kerja ke daerah mendapat pengamanan dan penjagaan ketat guna menghindari tindakan terorisme itu," ujarAkhmad Khudori, menegaskan.
Baca juga: Penusukan Menkopolhukam dikutuk Masyarakat Pandeglang
Pelaku penusukan Wiranto bukan warga Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, namun sang isteri bernama Fitri Andriana dan lahir di Brebes seperti tertera dalam identitas KTP.
Fitri beralamat di Desa Sitanggai, Brebes dan di Pandeglang tinggal di Kampung Sawah, Kecamatan Menes.
Sedangkan, eksekutor penusuk Wiranto bernama Syahril Amansyah alias Abu Rara dan lahir di Medan.
Ia tinggal di Jalan Syahrial VI No 104 LK, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.
Berdasarkan informasi pelaku itu mengontrak di Kampung Sawah, Desa Menes, selama setahun terakhir dengan profesi penjual pulsa dan pakaian secara daring atau online.
Baca juga: Wiranto dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang
Pewarta : Mansyur suryana
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Iran tunjuk pemimpin sementara usai Khamenei gugur, Balasan militer ditegaskan
01 March 2026 11:40 WIB
Diserang senjata tajam di jalan sepi, Warga Lembar jadi korban penganiayaan
25 January 2026 18:05 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024