Mataram, (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat menemukan sebanyak 513 tabung elpiji rusak atau tidak layak pakai.
Ratusan tabung elpiji tidak layak pakai itu ditemukan dalam sebuah kegiatan pengawasan pada sejumlah agen elpiji yang dilakukan bersama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram dan Pertamina Depo Ampenan.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Hj. Ulayati Ali, di Mataram (12/7), mengatakan, ratusan tabung elpiji tidak layak pakai itu ditemukan di stasiun pengisian elpiji milik PT Delta Adiguna, Mataram.
Menurut dia, hasil identifikasi lapangan menunjukkan, sebanyak 413 tabung elpiji ukuran 12 kilogram (kg) dan 100 tabung elpiji ukuran 50 kg yang tidak layak edar dalam kondisi di bawah standar yakni masa re-testing (cek ulang) sudah melewati 2-3 tahun masa pemakaian.
"Bisa tidak tabung-tabung ini ditarik oleh Pertamina. Karena khawatirnya, kalau ada apa-apa terjadi di belakang hari, ujung-ujungnya Pertamina juga yang disalahkan," katanya.
Petugas cek ulang elpiji Pertamina Depo Ampenan, Legiman, mengakui bahwa pihaknya sudah mengupayakan penarikan tabung elpiji yang tidak layak edar itu.
Menurut dia, tabung yang ditarik itu akan ditukar kembali dengan tabung yang baru. Namun, harus melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu dari Pertamina Bali.
"Memang, tabung-tabung yang akan ditarik ada yang diproduksi pada 1999. Semuanya akan ditarik, karena memang bisa membahayakan konsumen," katanya.
Direktur PT Dawita Anugerah Perkasa, Kornelistan T, yang juga sebagai agen penjual elpiji mengatakan fisik luar bisa saja terlihat kadaluarsa. Namun dari pembuktian pihaknya terhadap tabung re test tahun 2007, kondisi dalam tabung masih layak.
Pada umumnya, tabung-tabung lama diproduksi dari lempengan baja dengan kualitas baik. Kendati demikian, sebagus apapun sebuah produk, pasti memiliki masa pemakaian ekonomis.
"Pertamina memang seharusnya menarik dan mengganti tabung-tabung ini. Kita selaku agen hanya menerima kiriman saja," katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026