PLN siap rampungkan SUTT Mataram Incomer

id PLN Nusra,SUTT Mataram,Pulau Lombok

PLN siap rampungkan SUTT Mataram Incomer

Pembangunan jaringan transmisi SUTT 150 kV Mataram Incomer. (ANTARA/HO/PLN)

Mataram (ANTARA) - PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara melalui unitnya PLN UPP Lombok, Nusa Tenggara Barat, berhasil melakukan penarikan konduktor (stringing) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Mataram Incomer untuk pertama kalinya pada awal November 2020.

Proses stringing konduktor tersebut berhasil dilakukan pada span tower T.01-T.17 tepatnya melintasi  Kecamatan Sandubaya (Kota Mataram), Kecamatan Lingsar, dan kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

SUTT Mataram Incomer ini dibangun untuk menghubungkan Gardu Induk (GI) Mataram yang terletak di Kelurahan Bertais, Kota Mataram, dengan GI switching Mataram yang terletak di Desa Jatisela, Kabupaten Lombok Barat, dengan total panjang saluran 25,92 kms dan 40 tapak tower. 

Proses pembangunan jaringan transmisi SUTT 150 kV Mataram Incomer melalui proses yang cukup panjang dan menghadapai kendala di lapangan, seperti pembebasan lahan, pembebasan dan atau pemberian kompensasi ROW, dan saat pelaksanaan konstruksi. 

Pada proses stringing ini PLN bekerja sama dan bersinergi dengan aparat TNI dan Polri guna memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai dengan waktu pekerjaan yang direncanakan dan tentunya aturan dan perundang-undangan yang berlaku, terlebih saat ini pada masa pandemi COVID-19.

"Transmisi Mataram Incomer ini merupakan sistem tegangan tinggi yang akan menopang dan menambah kehandalan sistem kelistrikan pulau Lombok, khususnya kota Mataram, dan ini merupakan salah satu program pembangunan yang termasuk ke dalam program 35 ribu MW yang dicanangkan oleh pemerintah, ujar Manager Teknik PLN UPP Lombok Lutfi Mustaqim.

Lutfi menambahkan tantangan pembangunan transmisi Mataram Incomer tidaklah ringan, terlebih menghadapi penolakan dan keberatan kelompok masyarakat sekitar pembangunan, apalagi ditambah dengan masa pandemi COVID-19. 

"Kami tetap mengikuti aturan-aturan dan undang-undang yang berlaku, semenjak awal proses pelaksanaan pembangunan, kami diawasi langsung oleh aparat hukum terutama dari Kejaksaan Tinggi NTB, dan sekarang pun kami berkolaborasi dengan aparat TNI dan Polri, agar pelaksanaan pekerjaan ini berjalan dengan baik," ucap Lutfi. 

Proses pembangunan yang berlangsung sampai dengan saat ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari banyak pihak terkait.

"Dukungan yang luar biasa dari para pihak, baik itu pemerintah daerah, kementerian dan juga aparat keamanan untuk mensukseskan pembangunan ini sangat kami apresiasi. Dan pastinya terimakasih yang luar biasa kepada seluruh stakeholder yang mendukung rampungnya program ini," jelas Lutfi.

Pembangunan SUTT 150 kV Mataram Incomer diagendakan rampung pada akhir 2020, dan diharapkan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Pulau Lombok.
 
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar