Mataram (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, jumlah kasus kematian pasien COVID-19 di Mataram secara kumulatif berdasarkan data Kamis (31/12-2020) pukul 12.00 Wita, mencapai 95 orang.
"Kemarin (Rabu malam 30/12-2020-red), terkonfirmasi satu lagi pasien COVID-19 yang meninggal, sehingga total kasus kematian pasien COVID-19 sampai hari ini menjadi 95 orang," kata Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Kamis.
Menurutnya, seorang pasien COVID-19 yang dinyatakan meninggal itu merupakan penduduk Kelurahan Kebon Sari, Kecamatan Ampenan, dengan inisial SA (laki-laki) usia 68 tahun.
"Pasien COVID-19 yang meninggal tersebut teridentifikasi memiliki penyakit komorbid," katanya.
Dikatakan, sampai hari ini jumlah pasien COVID-19 meninggal di Kota Mataram, masih mendominasi angka kematian akibat COVID-19, pada 9 kabupaten/kota lainnya di Nusa Tenggara Barat.
Selain terjadi tambahan pasien meninggal, lanjut Swandiasa, berdasarkan data terakhir perkembangan COVID-19 di Kota Mataram tersebut, terkonfirmasi juga 22 kasus positif baru COVID-19 dan 13 pasien dinyatakan sembuh.
"Dengan demikian, pasien COVID-19 yang masih dirawat sesuai data terakhir itu sebanyak 73 orang, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.254 orang dari total kasus secara akumulasi 1.422 orang," katanya.
Swandiasa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, berharap kasus kematian dan kasus positif baru COVID-19 tidak ada lagi.
"Sebaliknya, jumlah pasien sembuh bisa terus meningkat agar Mataram bisa menjadi daerah zona hijau COVID-19, dengan disiplin menerapkan 3M (masker, mencuci tangan dan menjaga jarak)," katanya.