Mataram,  (ANTARA) - Sebanyak 56.150 orang tenaga kerja Indonesia asal Nusa Tenggara Barat bekerja di 16 negara selama 2010 yang sebagian besar bekerja di perusahaan kelapa sawit di Malaysia dan menjadi penatalaksana rumah tangga di Saudi Arabia.

   Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram I Komang Subdra di Mataram (17/2), mengatakan jumlah TKI yang ditempatkan di luar negeri selama 2010 itu meningkat dibandingkan 2009 sebanyak 53.731 orang.

   "Peningkatan jumlah TKI asal NTB yang bekerja di luar negeri sejalan dengan semakin tingginya minat masyarakat di daerah ini untuk bekerja di luar negeri dan kian meningkatnya permintaan dari perusahaan pengguna tenaga kerja terutama dari Malaysia," katanya.

Ia mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya pada 2010 jumlah TKI asal NTB yang bekerja di ladang kelapa sawit di Malaysia Barat tercatat 38.139 orang  atau 67,92 persen dan di Saudi Arabia 15.666 orang atau 27,90 persen.

   Sisanya sebanyak 2.345 orang  bekerja di 14 negara lainnya, seperti di  Uni Emirat Arab (UEA) sebanyak 653 orang,  Oman 359 orang, Yordania 243 orang, Malaysia Timur 178 orang dan Qatar 162 orang.

   Para TKI yang bekerja di luar negeri itu terbanyak dari Kabupaten Lmbok Timur mencapai 20.287 orang, disusul Lombok Tengah 17.717 orang, Lombok Barat 6.230 orang, Lombok Utara 5.234 orang, Kabupaten Bima 2.145 orang, Sumbawa Barat 1.911 orang, Sumbawa 1.142 orang, Dompu 1.074 orang, Kota Mataram 360 orang dan paling sedikit Kota Bima hanya 50 orang.

   Menurut dia, para TKI yang bekerja di luar negeri umumnya cukup berhasil, ini terbukti dengan cukup banyaknya remitansi atau kiriman uang kepada keluarga.  
   Kiriman uang dari TKI asal NTB yang  bekerja di luar negeri selama 2010 mencapai Rp538,18 miliar yang dikirim melalui tiga bank.

   "Jumlah tersebut belum termasuk yang dikirim melalui lembaga nonbank serta  dititip melalui sesama TKI yang kebetulan lebih dahulu pulang ke kampung halamannya," katanya.(*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026