Kasus COVID-19 di Kota Mataram landai

id covid,mataram,landai

Kasus COVID-19 di Kota Mataram landai

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan penambahan kasus COVID-19 di Mataram dalam beberapa pekan terakhir relatif landai dan belum ada indikasi terjadi lonjakan jumlah pasien positif. 

"Sejauh ini penyebaran COVID-19 di Mataram belum ada peningkatan signifikan seperti di daerah lain terutama Jakarta. Justru dalam beberapa hari terakhir kasus positif COVID-19 cenderung landai," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Rabu.

Berdasarkan data Kewaspadaan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) per tanggal 14 Juni 2021, tidak ditemukan kasus positif baru COVID-19, tapi justru satu pasien terkonfirmasi sembuh.

Dengan demikian, pasien COVID-19 yang masih dirawat sebanyak 242 orang tapi sebagian besar isolasi mandiri atau positif COVID-19 tanpa gejala, sembuh 3.472 orang, dan 167 meninggal dunia.

"Dari data itu, kita bisa melihat penyebaran kasus COVID-19 di Mataram relatif landai," kata Swandiasa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram.

Kendati demikian, pihaknya, tetap mengingatkan masyarakat agar menerapkan gerakan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas).

"Selain itu masyarakat juga harus melakukan vaksinasi COVID-19 pada fasilitas kesehatan terdekat untuk membentuk kekebalan tubuh," katanya.

Sementara satgas bersama pemerintah kota, lanjutnya, sudah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pelayanan kesehatan sebagai antisipasi ketika terjadi lonjakan kasus.

"Untuk rumah sakit, rumah sakit darurat COVID-19, alat kesehatan serta para medis, tetap disiagakan. Termasuk untuk karantina pekerja migran Idonesia (PMI) yang pulang, tetap disiapkan pelayanan di Wisma Nusantara selama 15 hari," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar