BPBD mengimbau warga waspadai potensi hujan lebat tiga hari ke depan

id hujan,mataram,potensi

BPBD mengimbau warga waspadai potensi hujan lebat tiga hari ke depan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat mewaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang masih berpotensi terjadi di Mataram hingga tiga hari ke depan.

"Potensi itu berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Karena itu, masyarakat harus tetap waspada beberapa hari ke depan untuk menghindari terjadinya bencana," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Jumat.

Dikatakan, potensi bencana yang muncul akibat hujan lebat disertai petir dan angin kencang antara lain, genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan lainnya.

Apalagi, Kota Mataram dalam dua hari terakhir ini sudah terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Namun terkait dengan dampaknya, sejauh ini belum ada dampak signifikan yang ditimbulkan.

"Alhamdulillah, untuk genangan air akibat hujan deras pada hari kedua sudah tidak ada sebab tim satgas dari PUPR dan Perkim sudah menangani satu titik genangan di kawasan Cakranegara," katanya.

Menurut dia berdasarkan hasil evaluasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi NTB, diprediksi secara umum musim kemarau akan mundur sehingga saat ini wilayah Nusa Tenggara Barat termasuk Kota Mataram masih terjadi hujan.

"Hujan yang terjadi akhir-akhir ini bukan musim hujan, tetapi anomali dari sisa-sisa hujan karena pengaruh La Nina yang bergeser. Harusnya sekarang sudah masuk musim kemarau," katanya.

Sementara menyinggung tentang ketinggian gelombang, Mahfuddin mengatakan, sejauh ini masih stabil yakni di bawah satu meter.

"Jadi untuk saat ini nelayan masih aman melaut, tapi harus tetap waspada ketika terjadi perubahan cuaca yang tidak diprediksi," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar