Sumbawa Barat, NTB, 26/4 (ANTARA) - Markas Kepolisian Resor Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, memperketat pengamanan di lingkungan Mapolres KSB untuk mengantisipasi gerakan teroris.
Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasat Binmas Iptu Bambang Triono, di Taliwang, Selasa, mengatakan pengetatan pengamanan itu merupakan wujud kesiagaan Polri terhadap status siaga satu yang ditetapkan Kapolri di seluruh jajaran kepolisian di Indonesia.
“Kalau wilayah Mapolres KSB diperketat, itu inisiatif kita untuk menguji kepekaan para anggota terhadap lingkungan sekitar," katanya.
Menurut dia, untuk mendukung kewaspadaan seelah penetapan status siaga satu, seluruh satuan telah menggelar operasi dengan sandi khusus.
Operasi juga ditingkatkan pada malam hari khususnya di jalur yang padat kendaraan tinggi, serta memonitor penduduk di seluruh wilayah Sumbawa Barat.
"Jadi, kalau ada operasi lalu lintas pada malam hari, Polres juga melibatkan seluruh satuan, baik intel, reserse, provost hingga bagian operasional," katanya.
Dari pantauan ANTARA di Mapolres KSB, sedikitnya lima sampai sepuluh orang anggota polisi siaga dan dipasang portal tepat di akses utama mamasuki Polres. Seluruh pengunjung termasuk wartawan diperiksa identitasnya seperti KTP dan kartu pers.
Polisi juga memasang CCTV di sejumlah sudut Mapolres KSB untuk mempermudah pengawasan internal. Ada juga pemeriksaan nomor kendaraan sekaligus pemeriksaan fisik kendaraan.
“ Ini bagian dari tugas Polri untuk menjaga keamanan diri dan masyarakat luas,” kata Bambang Triono.
Sebelumnya, seluruh jajaran keamanan baik TNI maupun Polri diminta bersiaga menyusul ditetapkan Indonesia dalam status siaga satu karena meningkatnya gerakan teroris. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026