Mataram, 27/3 (ANTARA) - Istri para jaksa di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) diikusertakan dalam program kecakapan hidup (life skill) yang dicanangkan Pemerintah Kota Mataram di Sekolah Menengah Kejuruan (SKM) Negeri 4.
  "Keikutsertaan istri jaksa dalam program 'life skill' itu diharapkan dapat menunjang pendapatan keluarga agar tidak hanya bergantung pada suami," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB, H.M. Amari, SH, di Mataram, Jumat.
  Amari mengatakan, sebagai pemimpin keluarga besar Kejati NTB dirinya  mendukung keterlibatan istri jaksa dalam program peningkatan kecakapan hidup itu.
  "Karena itu kami   merespon program 'life skill' yang dicanangkan di SMK Negeri 4 Mataram sejak awal 2009," katanya.
  Menburut dia, cukup banyak istri jaksa yang terlibat aktif dalam program 'life skil' di SMK Negeri 4 itu, selain istri jaksa di Kejati NTB, juga dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram," ujarnya.
  Namun, tambahnya, sementara ini program kecakapan hidup yang diikuti istri-istri jaksa itu baru sebatas kursus kecantikan dan tata boga.
  Keterlibatan istri jaksa dalam program kecakapan hidup di SMK Negeri 4 Mataram itu juga dimaksudkan untuk memajukan "kantin kejujuran" yang terbentuk di sekolah menengah itu.
  Pada 9 Desember 2008 Amari meresmikan penggunaan kantin kejujuran di SMK Negeri 4 sebagai wadah berkumpul generasi muda yang selalu mengutamakan kejujuran.
  Kantin kejujuran itu merupakan salah satu program pembinaan mental siswa-siswi di sekolah itu menuju pembentukan generasi muda yang memiliki integritas yang patut dibanggakan.
  SMK Negeri 4 Mataram merupakan sekolah unggulan berbasis internasional pertama di wilayah NTB sehingga integritas siswa-siswi lebih diutamakan.
  Sejauh ini, sudah belasan siswa yang dikirim ke luar negeri untuk menjalani masa magang sekaligus mengadopsi pengetahuan dan keterampilan untuk diimplementasikan setelah lulus.
  "Keberadaan kantin kejujuran itu diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan kader bangsa yang dapat diandalkan untuk mencegah dan memberantas segala bentuk korupsi, dan keterlibatan istri-istri jaksa di sekolah itu selain meningkatkan 'life skill' juga demi kemajuan kantin kejujuran," katanya.(*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026