Dompu, 4/8 (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor Dompu, Nusa Tenggara Barat, AKBP Agus Nugroho meminta warga di daerah itu mewaspadai peredaran uang palsu menjelang lebaran.

  "Peredaran uang palsu (upal) biasanya terjadi menjelang lebaran, pemilihan kepala daerah dan perayaan hari besar keagamaan lainnya. Untuk itu kami mengimbau warga waspada," katanya di Dompu, Kamis.

  Dia mengatakan, menjelang lebaran ini tidak menutup kemungkinan disusupi oknum tidak bertanggungjawab untuk mengedarkan uang palsu, karena situasi transaksi perdagangan dan keuangan meningkat.

  Untuk itu, masyarakat harus lebih waspada, terlebih modus pemalsuan uang rupiah kini semakin canggih. Uang asli dibelah menjadi dua bagian kemudian ditempel dengan lembar uang palsu sehingga menyerupai uang asli karena masih terdapat benang pengaman dan tanda air.  

Sebagai kewaspadaan, kata dia, masyarakat harus benar-benar memperhatikan dengan cara 3 D, yaitu dipegang, diraba dan diterawang jika menerima lembar uang pecahan besar.

  "Agar yang punya uang tidak tersinggung lantaran diperiksa apakah uang asli atau palsu, seharusnya padagang meminta ijin dulu," katanya.

  Hingga saat ini, Polres Dompu belum menerima pengaduan terkait dengan peredaran uang palsu di wilayah hukumnya.

  Meski demikian, dia tetap meningkatkan kewaspadaannya dengan cara menyebar anggotanya hingga ke polosok desa. "Biasanya peredaran uang itu di pelosok desa yang jauh dari jangkauan aparat," katanya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026