Mataram, 18/5 (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghendaki permasalahan warga eks Timor Timur di wilayah Nusa Tenggara Timur dapat diselesaikan paling lambat 2014.

  "Saya ingin paling lambat 2014 masalah yang ada dapat diselesaikan," kata Yudhoyono saat memimpin rapat terbatas yang digelar di Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Jumat.

  Rapat terbatas itu dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

  Hadir pula Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dan para bupati/wali kota Se-NTB, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Esthon Foenay.

  Rapat terbatas itu membahas tiga hal penting sebagaimana dikemukakan Presiden Yudhoyono di awal pertemuan tersebut.

  Ketiga hal itu yakni, kegiatan yang dilakukan tiga provinsi terkait program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia  (MP3EI) Koridor V (mencakup NTB, Bali dan NTT).

  Agenda berikutnya, upaya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam penanggulangan kemiskinan, dan upaya pemberdayaan warga baru (eks Timor Timur) di wilayah NTT.

  Khusus permasalahan warga eks Timor Timur (Timtim), Presiden mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan sejak 2009, meski hingga kini belum juga tuntas.

  Yudhoyono menyebut permasalahan eks Timtim itu merupakan tanggung jawab negara untuk menyelesaikannya.

  "Memang harus dapat diselesaikan, semenjak mereka (warga eks Timtim) bergabung dengan kita sejak 2009, kewajiban negara untuk beri tempat tinggal dan bantuan ekonomi untuk mereka," ujarnya.

  Yudhoyono mengakui penanganan warga eks Timtim itu membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit, namun kewajiban negara itu harus dituntaskan.

  "Setelah pertemuan ini. Akan saya ikuti realisasinya. Jangan sampi terhambat di tengah jalan," ujarnya.

  Pada pertemuan terbatas itu, Wakil Gubernur NTT Esthon Foenay, diberi kesempatan memaparkan upaya penanganan warga eks Timtim, selain presentasi tentang implementasi program MP3EI dan penanggulangan masalah kemiskinan.

  Rapat terbatas itu digelar setelah Presiden melaksanakan ibadah  Salat Jumat di Masjid Raya At - Taqwa Mataram, ibukota Provinsi NTB.

  Presiden Yudhoyono berkunjung ke NTB,  sebelum ke Timor Leste guna menghadiri pelantikan Presiden Timor Leste terpilih Jose Maria de Vasconcelos, atau lebih dikenal sebagai Taur Matan Ruak.

  Pelantikan Presiden Timor Leste itu dijadwalkan 20 Mei 2012, namun Presiden Yudhoyono bertolak dari Jakarta pada Jumat (18/5) pagi menuju NTB dan baru akan bertolak Ke Timor Leste pada Sabtu (19/5).(*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026