Mataram, 22/6 (ANTARA) - Rumah penduduk di Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, juga dipergunakan untuk menampung peserta Hari Keluarga tingkat nasional, yang dipusatkan di Mataram, 27 Juni hingga 1 Juli 2012.

  "Peserta Hari Keluarga 2012 tidak harus bergantung pada hotel, karena rumah penduduk juga siap menampung tamu-tamu dari berbagai daerah itu," kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Badrul Munir, di Mataram, Jumat.

  Badrul mengemukakan hal itu ketika menanggapi pernyataan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB H Sukardi, yang mengatakan bahwa hotel di Mataram dan Lombok Barat tidak dapat menampung semua peserta Hari Keluarga.

  Kapasitas tampung seluruh hotel di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, diperkirakan hanya sekitar 12 ribu hingga 13 ribu orang, sementara peserta Hari Keluarga dari 33 provinsi dilaporkan lebih dari 15 ribu orang.

  "Kami mengalami kesulitan  mencari tempat penginapan, karena sejumlah hotel melati yang dihubungi menyatakan kamar hotelnya penuh. Tujuannya agar bisa menaikkan tarif, padahal sebenarnya masih kosong. Karena itu kita mengharapkan para pengelola penginapan untuk lebih terbuka," ujar Sukardi.

  Menurut Badrul, puncak peringatan Hari Keluarga yang dilaksanakan secara berpindah-pindah daerah setiap tahun, relatif berbeda dengan kegiatan nasional lainnya, yang bergantung pada fasilitas hotel.

  Hari Keluarga yang dulu dikenal dengan sebutan Hari Keluarga Nasional (Harganas), melibatkan masyarakat di sekitar pusat kegiatan, sehingga rumah penduduk merupakan salah satu alternatif tempat penginapan peserta.

  "Itu bedanya Hari Keluarga dengan acara nasional lainnya, sama seperti penyelenggaraan di tempat lain, termasuk di Pulau Jawa. Kegiatan sebelumnya di Bandung, misalnya, juga menggunakan rumah penduduk sebagai penginapan alternatif," ujarnya.

  Karena itu, kata Badrul, bukan hal baru jika penyelenggaraan Hari Keluarga 2012 di Lombok, NTB, juga melibatkan masyarakat dan kediamannya untuk menampung peserta yang jumlahnya cukup banyak itu.

  Badrul pun mengajak semua komponen masyarakat di Pulau Lombok guna menyukseskan puncak peringatan Hari Keluarga 2012 itu.

  Pemerintah Provinsi NTB memanfaatkan areal eks Bandara Selaparang Mataram, untuk pelaksanaan puncak peringatan Hari Keluarga itu.

   Bandara Selaparang Mataram beroperasi sejak 1957 namun bandara itu baru dikelola Angkasa Pura I sejak 6 Agustus 1995. Terhitung 30 September 2011 Bandara Selaparang ditutup, dan sejak 1 Oktober 2011 Bandara Internasional Lombok (BIL) sebagai bandara pengganti mulai dioperasikan.

  Bandara Selaparang memiliki panjang landasan 2.150 meter dan lebar 40 meter, pada luas areal 69 hektare, dan terletak persis di jantung pulau Lombok tepatnya di jalan Adi Sutjipto Kota Mataram.

  Areal eks Bandara Selaparang itu cukup luas untuk menampung peserta Hari Keluarga 2012 dari 33 provinsi di Indonesia, yang jumlahnya mencapai 15 ribu orang.

  Kawasan itu akan dipadati tenda peserta, yang berasal dari unsur pemerintah dan sektor swasta. Usaha kecil menengah juga dilibatkan, sehingga akan ada sekitar 500 unit usaha kecil yang ikut mengambil bagian.

  Puncak peringatan Hari Keluarga 2012 itu akan dibuka oleh Wakil Presiden Budiono, dan akan diawali dengan beragam kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran.

  Peringatan Hari Keluarga secara nasional sebenarnya jatuh pada 29 Juni, namun biasanya digelar pada tanggal 30 yang disesuaikan dengan hari Sabtu atau hari libur kerja.

  Selain pameran dan MICE, juga akan digelar lomba cerdas cermat, temu kader, jambore kader dan sosialisasi kesehatan ibu dan anak (KIA) serta KB.  (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026