DUA TERORIS DPO POSO MASIH DI DOMPU

id

     Mataram, 9/1 (ANTARA) - Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Polisi Mochamad Iriawan mengatakan, dua teroris yang masih daftar pencarian orang (DPO) kasus Poso, Sulawesi Tengah, diyakini masih berada di wilayah Kabupaten Dompu, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

     "Masih ada dua, yang satu teridentifikasi sempat keluar cari makan di warung, tapi kembali masuk ke hutan, terus kita (polri) lakukan pengejaran," kata Iriawan kepada wartawan, di sela-sela gelar barang bukti hasil penyergapan teroris, yang dilaksanakan di Markas Komando (Mako) Brimob Polda NTB, di Mataram, Rabu.     

     Barang bukti yang digelar itu berupa bahan-bahan pembuatan bom rakitan, yang dapat menghasilkan sebanyak 261 unit bom pipa.

     Bahan baku pembuatan bom itu ditemukan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di lokasi persembunyian kawanan teroris di Kendai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, saat penyergapan kawanan teroris DPO Poso itu.

     Penyergapan teroris itu berlangsung di dua lokasi masing di Mangge Nae, Dompu, yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bima, pada Jumat (4/1) malam, dan di Kendai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, pada Sabtu (5/1) pagi.

     Saat penyergapan itu, dua orang teroris tewas ditembak mati, yakni Roy asal Makassar, dan Bahtiar asal Dompu. Sedangkan barang bukti yang ditemukan berupa masing satu pucuk senjata api jenis Revolver dan FN beserta belasan putir peluru.  

     Selanjutnya, penyergapan di Kendai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, dan tiga orang teroris ditembak mati, seorang lainnya berhasil kabur dari kejaran polisi. Ketiga teroris yang tewas itu sempat tidak teridentifikasi karena tidak ada petunjuk identitas yang ditemukan.

      Namun, setelah dibawa ke Jakarta dan diidentifikasi akhirnya diketahui ketiganya merupakan kawanan teroris DPO Poso, yakni Rizal alias Andi Kamayama alias Andi Brekele, Pais,  dan Riswanto.

      Kelima teroris yang tewas ditembak mati itu merupakan bagian dari tujuh kawanan teroris DPO Poso yang kabur dan bersembunyi di Dompu, Pulau Sumbawa, NTB.

      Saat penyergapan di Kendai itu, ditemukan beragam bahan baku pembuatan bom itu yakni urea nitrat sebanyak 50 kilogram, urea murni 20 kilogram, dan sejumlah bahan kimia cair seperti hcl, sodium azide dan sead nitrite.

      Bahan pendukung bom lainnya yakni paku, gotri dan potongan besi, serta potongan pipa PVC beragam ukuran yang jumlahnya mencapai 142 unit, dan bahan-bahan lainnya yang berkaitan dengan aliran listrik seperti resistensi, saklar dan tombol plastik, SCR dan bahan lainnya untuk kepentingan bom rakitan.

      Selain itu, juga ditemukan sejumlah bahan baku pembuatan bom yang sudah dirangkai sebagian, meskipun belum rampung, yang jumlahnya mencapai belasan unit.

      Bom rakitan itu dapat menghancurkan tiga unit rumah, sehingga jika dihasilkan 261 unit maka ledakannya dapat menghancurkan berbagai infrastruktur.

      Brigjen Iriawan mengatakan, teroris yang berhasil kabur saat penyergapan di Kendai, diyakini masih berada di wilayah Kabupaten Dompu, sehingga tim Densus Antiteror yang dibantu jajaran Polda NTB melakukan pengejaran secara intensif.

      "Masih di Dompu dan diyakini akan segera dilumpuhkan, kami berharap yang bersangkutan tidak melawan agar tidak ditembak mati. Kami juga berharap masyarakat ikut membantu agar kekhawatiran terhadap teroris terselesaikan," ujarnya.

      Ia mengaku tidak ingin memastikan rentang waktu pengejaran kedua teroris itu, namun diyakini akan dituntaskan dalam waktu dekat ini.

      "Saya tidak bisa pastikan, tetapi secepatnya dituntaskan. Apalagi, sudah teridentifikasi pergerakannya," ujar Iriawan. (*)

Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar