Mataram, 8/2 (ANTARA) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki enam kursi di DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menggalang koalisi dengan partai lain, sekaligus memantapkan pasangan calon yang akan diusung pada pemilihan kepala daerah (pilkada).
"Sekarang sedang rapat pemantapan koalisi sekaligus pasangan calon," kata Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS NTB Suryadi Jaya Purnama, ketika dihubungi dari Mataram, Jumat.
Ia mengatakan, PKS akan tetap mengusung pasangan calon untuk bertarung pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018.
Hanya saja, Suryadi dan petinggi PKS di wilayah NTB masih merahasiakan parpol mana yang akan diajak berkoalisi, dan kandidat yang hendak digandeng sebagai calon Wakil Gubernur NTB periode lima tahun berikutnya.
PKS sudah memutuskan mengusung Suryadi Jaya Purnama, yang menjabat Ketua DPW PKS NTB, dan Wakil Ketua DPRD NTB periode 2009-2014, sebagai calon Gubernur NTB, sehingga tinggal menentukan calon wakilnya.
"Detailnya (partai koalisi dan calon wakil gubernur) masih kami rahasiakan, batas waktu pendaftaran juga masih sampai Senin mendatang, atau tiga hari lagi," ujarnya.
Sejak pertengahan hingga akhir 2012, partai politik yang memiliki banyak kursi di DPRD NTB, termasuk PKS telah menawarkan dukungan untuk kandidat "incumbent" disertai tawaran kandidat pendamping sebagai calon wakil gubernur (cawagub).
Selain PKS, partai politik itu yakni Partai Amanat Nasional (PAN) yang memiliki empat kursi, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan (empat kursi), PKS enam kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tiga kursi, dan Partai Golkar yang memiliki 10 kursi.
Kandidat "incumbent" calon gubernur (cagub) yang diusung Partai Demokrat itu, sebenarnya tidak membutuhkan koalisi dengan partai politik lain karena memiliki sembilan kursi di DPRD NTB, atau telah memenuhi syarat 15 persen dari total 55 kursi di DPRD NTB.
Namun, Partai Demokrat juga tidak menolak tawaran koalisi sejumlah parpol itu, meskipun hanya bisa memenuhi tawaran cawagub dari salah satu partai politik yang memiliki banyak kursi di DPRD NTB itu, yang pada akhirnya memilih kader Partai Golkar.
Partai Demokrat akhirnya memutuskan mengusung pasangan calon Zainul-Amin, dan pada Sabtu (2/2) malam ditandatangani kontrak koalisi antara Partai Demokrat dan Partai Golkar, kemudian deklarasi pasangan calon itu digelar di Lombok Timur, Rabu (6/2), meskipun baru akan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB, pada hari terakhir tahapan pendaftaran yakni 11 Februari 2013.
Pascapenetapan pasangan calon Zainul-Amin, PDI Perjuangan dan PPP tetap memilih bertahan sebagai parpol pendukung pasangan itu.
Namun, PKS malah menunjukkan sikap berseberangan politik, hingga memantapkan tekad untuk mengusung pasangan calon sendiri.
Kini, PKS tengah berupaya merangkul partai politik lainnya yang juga memiliki kursi di DPRD NTB, seperti Partai Gerindra serta Partai Bintang Reformasi (PBR) yang masing-masing memiliki dua kursi, dan belasan parpol peserta Pemilu 2009 non-parlemen lainnya yang belum menyatakan dukungannya.
Gerindra dan PBR juga belum menentukan sikap, hingga tiga hari menjelang berakhirnya tahapan pendaftaran pasangan calon di KPU.
Tahapan pendaftaran pasangan calon Pilgub NTB ditetapkan 5-11 Februari 2013, dan tahapan pemungutan suara dijadwalkan 13 Mei untuk putaran pertama dan 22 Juli untuk putaran kedua, yang akan berlangsung di 9.000-an Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menyebar di 1.135 desa, 116 kecamatan, 10 kabupaten/kota. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026