Mataram, 28/3 (Antara) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkirakan jumlah pemilih pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 13 Mei 2013, mencapai 3,6 juta orang.

  "Perkiraannya 3,6 juta orang, jumlah pastinya nanti ditetapkan dalam pleno rekapitulasi KPU Provinsi NTB yang dijadwalkan Minggu (31/3)," kata Ketua KPU Provinsi NTB Fauzan Khalid, di Mataram, Kamis.

   Ia mengatakan, saat ini sedang dilakukan rekapitulasi hasil pemutakhiran Data Pemilih Sementara (DPS) menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang akan dilanjutkan di tingkat KPU kabupaten/kota.

   Diyakini rekapitulasi hasil pemutakhiran DPS menjadi DPT di tingkat KPU kabupaten/kota Se-NTB akan rampung sebelum jadwal pleno rekapitulasi di tingkat KPU Provinsi NTB.

   "Kalau di tingkat PPS (Panitia Pemungutan Suara) sudah rampung. Sampai hari ini sebagian PPK sudah rampungkan rekapitulasinya, sebagian lagi belum. Namun  diharapkan rampung dalam beberapa hari ke depan," ujarnya.

  Fauzan memperkirakan akan terjadi penambahan sekitar 200 ribu pemilih dari DPS yang ditetapkan  sebanyak 3.449.955 jiwa, pada pertengahan Maret 2013.

  DPS tersebut merupakan hasil pemutakhiran Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilih (DP4) yang disajikan pemerintah daerah yakni sebanyak 3.917.974 jiwa, atau terjadi pengurangan sebanyak 468.019 jiwa, akibat penghilangan data ganda, dan pengeluaran calon pemilih yang meninggal dunia atau pindah tempat tinggal ke provinsi lain.

  DP4 untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB itu diserahkan Pemprov NTB kepada KPU NTB, pada 10 Oktober 2012, atau sebelum finalisasi APBD NTB 2013.

  Rinciannya, untuk Kota Mataram sebanyak 315.362 jiwa, Kota Bima sebanyak 111.977 jiwa, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 541.146 jiwa, Lombok Utara sebanyak 164.289 jiwa, Lombok Tengah sebanyak 695.077 jiwa, Lombok Timur sebanyak 976.198 jiwa, Sumbawa Barat sebanyak 105.395 jiwa, Sumbawa sebanyak 385.551 jiwa, Dompu sebanyak 195.830 jiwa, Kabupaten Bima sebanyak 427.149 jiwa.

  "Dari DPS itu ada penambahan karena belum sempat terekap, tetapi jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar 200 ribu jiwa," ujarnya.

  Jumlah pemillih untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018 itu, lebih banyak dari data pemilih Pemilu 2009 yakni sebanyak 3.128.128 jiwa.

  Dalam rancangan KPU NTB, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang ditetapkan pada 13 Mei 2013 untuk putaran I dan 22 Juli untuk putaran II itu, akan berlangsung di 8.924 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menyebar di 1.137 desa, 119 kecamatan, 10 kabupaten/kota.

  KPU Provinsi NTB juga telah menetapkan empat pasangan calon sebagai peserta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode lima tahun berikutnya.

  Keempat pasangan calon peserta Pilkada NTB itu, Harun Al Rasyid dan TGH Lalu Muhyi Abidin yang menggunakan sandi politik Harum, DR KH Zulkifli Muhadli dan Prof DR H Muhammad Ichsan atau  Zul-Ichsan, TGH M Zainul Majdi dan Muhammad Amin atau TGB-Amin, dan H Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan atau "Suryadi-Johan".

  Paket "Harum" diusung oleh 18 parpol yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), PNBK Indonesia, PPDI, Partai Buruh, PNIM, PDP, PSI, PPNUI, PPN, PPI, PKP, Partai Patriot, Partai Merdeka, PMB, PIS, Parta Barnas, Partai Kedaulatan, dan PKPI.

  Harun merupakan mantan Gubernur NTB periode 1998-2003 yang kini sempat menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra.

  Muhyi kini masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTB, yang juga petinggi Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Wathan (NW) NTB, organisasi Islam terbesar di wilayah NTB.

  Paket Zul-Ichsan diusung empat parpol peserta Pemilu 2009 itu yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), dan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI).

  Zulkifli merupakan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PBB NTB, yang masih menjabat Bupati Sumbawa Barat untuk periode keduanya. Jabatan bupati itu diraih sejak 2005.

  Sementara Ichsan adalah mantan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) yang kini menjabat Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) NTB.

  Paket TGB-Amin diusung tujuh parpol yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, dan Partai Gerindra.

  Zainul Majdi yang akrab disapa TGB merupakan Gubernur NTB periode 2008-2013, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat.

  Sementara Amin merupakan kader Partai Golkar yang menjabat Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, yang juga masih menjadi anggota DPRD NTB periode 2009-2014. Amin berasal dari Pulau Sumbawa.

  Paket "Suryadi-Johan" diusung tiga parpol yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Rakyat Nasional (PPRN), dengan dukungan sembilan kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB hasil Pemilu 2009.

  Suryadi merupakan Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua DPRD NTB, sementara Johan merupakan Wakil Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026