"Keempat pasangan calon itu harus mendapat perlakukan yang sama, sehingga perimbangan waktu kampanye diatur secara baik," kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kampanye KPU Provinsi NTB Darmansyah, di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan, diperlukan perimbangan waktu atau durasi kampanye, terutama kampanye melalui media massa cetak maupun elektronik, karena pasangan calon yang didukung finansial akan lebih leluasa menggunakan media kampanye tersebut.
Karena itu, KPU NTB tengah berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terutama untuk media kampanye televisi dan radio.
"Jadi, harus ada penegasan soal waktu atau durasi kampanye di televisi dan radio masing-masing pasangan calon. Itu tugas KPU selaku penyelenggara pemilu yang melibatkan KPI sebagai lembaga pengawas penyiaran," ujarnya.
Darmansyah mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan draf pelaksanaan kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018, yang akan dikoordinasikan dengan Bawaslu NTB, tim kampanye masing-masing pasangan calon dan pihak terkait lainnya seperti KPI, kepolisian dan pemerintah daerah.
Draf kampanye itu akan dimatangkan pada rapat koordinasi tentang jadwal dan waktu, serta lokasi kampanye, yang diagendakan 5 April 2013.
"Nanti, dalam rapat koordinasi itu, akan disepakati semua hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tahapan kampanye," ujarnya.
Saat ini pun, KPU NTB beserta KPU di 10 kabupaten/kota tengah menginventarisir lokasi strategis untuk pelaksanaan kampanye rapat umum.
Khusus kampanye debat publik, akan dilaksanakan sebanyak dua kali di televisi nasional yang berbeda, dan disiarkan secara langsung.
Tahapan kampanye ditetapkan 26 April hingga 9 Mei 2013, atau berakhir tiga hari sebelum tahapan pemungutan suara pada 13 Mei 2013.
Terdapat empat pasangan calon yang diusung gabungan parpol sebagai peserta Pilkada NTB yakni, TGH M Zainul Majdi dan Muhammad Amin atau TGB-Amin, menggunakan nomor urut 1, pasangan calon H Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan atau "Suryadi-Johan" nomor urut 2, pasangan calon Harun Al Rasyid dan TGH Lalu Muhyi Abidin nomor urut 3, pasangan calon DR KH Zulkifli Muhadli dan Prof DR H Muhammad Ichsan atau Zul-Ichsan nomor urut 4.
Paket TGB-Amin diusung tujuh parpol yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, dan Partai Gerindra.
Zainul Majdi yang akrab disapa TGB merupakan Gubernur NTB periode 2008-2013, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat.
Sementara Amin merupakan kader Partai Golkar yang menjabat Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, yang juga masih menjadi anggota DPRD NTB periode 2009-2014. Amin berasal dari Pulau Sumbawa.
Paket "Suryadi-Johan" diusung tiga parpol yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Rakyat Nasional (PPRN), dengan dukungan sembilan kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB hasil Pemilu 2009.
Suryadi merupakan Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua DPRD NTB, sementara Johan merupakan Wakil Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB.
Paket "Harum" diusung oleh 18 parpol yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), PNBK Indonesia, PPDI, Partai Buruh, PNIM, PDP, PSI, PPNUI, PPN, PPI, PKP, Partai Patriot, Partai Merdeka, PMB, PIS, Parta Barnas, Partai Kedaulatan, dan PKPI.
Harun merupakan mantan Gubernur NTB periode 1998-2003 yang kini masih menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra.
Muhyi kini masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTB, yang juga petinggi Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Wathan (NW) NTB, organisasi Islam terbesar di wilayah NTB.
Paket Zul-Ichsan diusung empat parpol peserta Pemilu 2009 itu yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), dan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI).
Zulkifli merupakan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PBB NTB, yang masih menjabat Bupati Sumbawa Barat untuk periode keduanya. Jabatan bupati itu diraih sejak 2005.
Sementara Ichsan adalah mantan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) yang kini menjabat Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) NTB. (*)
Pewarta :
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026