Pada pertandingan putaran kedua yang dimainkan di Margaret Court Arena tersebut, Murray mampu bangkit dari tertinggal dua set untuk menang 4-6, 6-7(4-7), 7-6 (7-5), 6-3, 7-5. Pertandingan yang berlangsung selama lima jam 45 menit tersebut juga merupakan pertandingan dengan durasi waktu paling lama sepanjang karier Murray.
Pertandingan itu sendiri tercatat selesai dimainkan pada pukul 4 dini hari waktu setempat. Mantan petenis peringkat satu dunia itu selanjutnya akan menghadapi unggulan ke-24 Roberto Bautista Agut pada putaran ketiga. Kokkinakis memberi kejutan pada dua set pembukaan. Permainan agresif dan pukulan keras petenis tuan rumah itu terbukti benar-benar menyulitkan Murray.
Ketahanan Murray sempat terlihat akan habis saat Kokkinakis unggul 5-2 pada set ketiga, namun hal itu tidak terwujud. Justru permainan Kokkinakis yang semakin sulit berkembang, di saat pukulan-pukulan Murray menjadi semakin akurat. Murray pun memenangi set ketiga melalui tiebreak saat pukulan voli sang lawan melebar.
Baca juga: Petenis Djokovic tak kesulitan menangi putaran pertama
Baca juga: Petenis Murray kalahkan Berrettini dalam lima set
Pada set keempat, kedua petenis itu bergantian memenangi gim, sampai Murray mematahkan serve Kokkinakis untuk memimpin 4-2, dan kemudian unggul 5-3, serta mengamankan set tersebut melalui pukulan ace.
Kokkinakis sempat mendapatkan kembali irama permainannya pada set penentuan. Kedua petenis kembali saling bergantian memenangi gim pada kedudukan 2-2 dan 3-3. Namun Murray terbukti mampu tampil sebagai pemenang, ketika ia mematahkan serve Kokkinakis dan kemudian memaksimalkan servenya untuk mengamankan kemenangan yang didapat dengan susah payah, demikian dilansir AFP.
Pewarta : A Rauf Andar Adipati
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026