"Itu informasi yang kami terima dari manajemen PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok (BIL), dan mudah-mudahan terealisasi sesuai rencana," kata Agung Hartono.Mataram (Antara Mataram) - Terminal penumpang dan apron Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat akan diperluas pada 2015 karena diprediksi jumlah penumpang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir ini, kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi NTB Agung Hartono.
"Itu informasi yang kami terima dari manajemen PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok (BIL), dan mudah-mudahan terealisasi sesuai rencana," kata Agung Hartono, di Mataram, Rabu.
Ia mengatakan BIL berada pada kawasan seluas 551 hektare, memiliki landasan pacu 2.750 meter x 40 meter persegi, sehingga mampu didarati pesawat Air Bus 330 atau Boeing 767 dan dapat menampung 10 unit pesawat.
Kapasitas tampung terminal penumpang BIL mencapai tiga juta orang setahun, dengan luas areal parkir terminal 17.500 meter persegi.
PT Angkasa Pura (AP) I sudah merencanakan perluasan terminal penumpang dan apron (lokasi parkir pesawat) pada tahun anggaran 2015.
Terminal penumpang dan apron itu akan diperluas lagi, agar dapat menampung lebih banyak penumpang dan pesawat yang parkir.
"Kalau sudah perluas apronnya, pesawat yang parkir bisa sampai 17 unit atau 20 unit. Itu rencananya Angkasa Pura I yang diinformasikan ke kami," ujar Agung.
Dilaporkan, perluasan terminal penumpang dan apron BIL itu baru akan direalisasi pada 2015, mengingat manajemen AP I BIL masih merugi dalam operasional bandara sejak tiga tahun terakhir ini, bahkan diprediksi sampai 2014.
Sebelumnya, manajemen PT AP I BIL mengungkapkan target keuntungan dari operasional bandara baru dapat dicapai pada 2015.
"Prediksinya 2015 sudah bisa untung, sesuai hasil penghitungan komersial yang telah disusun," kata Asisten Manager Keuangan PT API BIL Kadir Usman, yang mendampingi Manager Komersial BIL Agung Mandala, beberapa waktu lalu.
Keduanya diminta oleh General Manager (GM) PT AP I BIL Pujiono, guna menjelaskan kepada wartawan, tentang perkembangan bisnis Bandara Internasional Lombok, yang dioperasikan sejak 1 Oktober 2011 itu.
Para pejabat AP I BIL itu mengungkapkan bahwa dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2011, laba operasional Bandara Selaparang Mataram terhitung Januari hingga September mencapai Rp4 miliar lebih.
Setelah pindah ke BIL untuk operasional tiga bulan yakni Oktober hingga Desember 2011, terjadi kerugian sebesar Rp6 miliar lebih, karena ada penyusutan nilai aset sebagai akibat dari biaya operasional dan pemeliharaan yang mencapai Rp2,8 miliar/bulan atau meningkat 200 hingga 300 persen jika dibandingkan dengan operasional Bandara Selaparang.
Sementara itu, dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012, operasional BIL diprediksi masih merugi sebesar Rp29,12 miliar lebih dengan asumsi biaya operasional dan pemeliharaan aset mencapai Rp2,8 miliar/bulan.
Prediksi nilai kerugian masih mencapai Rp29,12 miliar di 2012, meskipun asumsi optimalisasi pendapatan mencapai Rp62 miliar lebih atau ada peningkatan sebesar Rp47 miliar jika dibandingkan dengan 2011.
"Karena itu, optimalisasi pendapatan akan terus dilakukan, hingga diprediksi keuntungan dari operasional BIL baru bisa diraih pada 2015," ujar Kadir.
Menurut dia, keuntungan yang baru akan dicapai pada 2015 itu bersumber dari penghematan anggaran dan optimalisasi potensi pendapatan.
Dengan penghematan anggaran operasional dan biaya pemeliharaan akan mengurangi kerugian, dan dengan mengotimalkan pemasukan dari sewa ruangan dalam terminal bandara, dan lahan yang belum diberdayakan, akan menghasilkan pendapatan yang signifikan.
"Ruang di lantai dua terminal bandara masih banyak yang belum disewakan, lantai tiga juga belum. Lahan yang masih luas juga akan disewakan kepada Pertamina, dan kegiatan lainnya yang dikemas dalam program kasir terpadu," ujarnya.
Belum lagi, pendapatan dari "airport tax" atau penyumbang Pelayanan Jasa Penumpang Udara (PJPU) yang mencapai 14 persen dari total pendapatan. Nilai "airport tax" masih Rp25 ribu/orang.
"Semuanya sudah dikalkulasi dan tercantum dalam perencanaan komersial. Tentu kami juga mengharapkan dukungan semua pihak agar operasional bandara ini dapat berjalan sesuai harapan berbagai pihak," ujarnya. (*)
Pewarta : Oleh Anwar Maga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026